Pendahuluan: Depresi merupakan masalah kesehatan mental dengan prevalensi tinggi dan berisiko menyebabkan bunuh diri. Keterbatasan akses layanan profesional mendorong pengembangan intervensi mandiri atau self-help sebagai solusi mengatasi depresi. Tinjauan pustaka ini dilakukan untuk menelaah berbagai pendekatan self-help yang umum digunakan, mengevaluasi bukti efektivitasnya, serta mengidentifikasi kelebihan, keterbatasan, dan implementasi. Metode: Studi ini berupa tinjauan pustaka terhadap literatur ilmiah dan tinjauan sistematik serta meta-analisis terkait intervensi self-help untuk depresi. Sumber yang dibahas meliputi artikel penelitian, artikel review, dan pedoman terkini yang relevan hingga 15 tahun terakhir. Pembahasan: Tinjauan pustaka ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa pendekatan self-help untuk menangani depresi, seperti mindfulness, expressive writing, behavioral activation, serta pola hidup sehat. Beberapa pendekatan ini memiliki efek positif untuk menurunkan gejala depresi. Metode self-help untuk mengatasi depresi memiliki kelebihan dalam aksesibilitas, fleksibilitas, dan kemandirian. Namun demikian, terdapat keterbatasan jugas berupa variabilitas kualitas intervensi, rendahnya literasi dan kemampuan digital, serta efektivitas yang cenderung lebih rendah dibandingkan terapi depresi oleh tenaga profesional. Simpulan: Terapi depresi berbasis self-help dapat menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional apabila dilaksanakan secara tepat, terstruktur, dan konsisten. Pendekatan ini cocok sebagai intervensi awal atau sebagai pelengkap ketika akses ke layanan profesional terbatas. Namun demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menstandarkan protokol implementasi, menilai efektivitas jangka panjang, dan mengembangkan strategi yang efektif agar manfaatnya dapat dimaksimalkan secara aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025