Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia hingga kini masih cukup tinggi dan belum mencapai target global maupun nasional. Strategi utama untuk menurunkan AKI adalah Antenatal Care (ANC). Perlu adanya kolaborasi antar tenaga kesehatan yang terlibat pada layanan ANC untuk meningkatkan pelayanan kepada ibu hamil. Objektif: Mengetahui tingkat persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) pada layanan ANC di Puskesmas Air Tawar dan Puskesmas Lapai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan kuesioner Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT). Sampel penelitian adalah 42 tenaga kesehatan yang ditentukan dengan metode total sampling. Hasil: 41 tenaga kesehatan memiliki persepsi yang tinggi terhadap IPC dengan komponen hubungan antar anggota, hubungan tim dengan masyarakat, koordinasi dan pembagian peran, kepemimpinan, dan komponen misi, tujuan, dan sasaran memiliki persentase tertinggi (97,6%) sedangkan komponen pembuatan keputusan dan manajemen konflik memiliki persepsi yang sedang (71,4%). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara seluruh komponen CPAT dengan usia, profesi, dan lama kerja responden (p > 0,05). Pembahasan: Persepsi tinggi di sebagian besar domain menandakan budaya kolaboratif; skor sedang pada pengambilan keputusanākonflik menunjukkan perlunya pelatihan, SOP bersama, dan mekanisme resolusi terstandar. Simpulan: Tenaga kesehatan memiliki tingkat persepsi yang tinggi terhadap IPC pada layanan ANC, tetapi masih terdapat persepsi sedang pada satu komponen persepsi. Tidak terdapat pengaruh antara usia, profesi, dan lama kerja dengan persepsi tenaga kesehatan dalam implementasi IPC pada layanan ANC.
Copyrights © 2025