Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Hiperglikemia kronik dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular dan neuropatik, termasuk pada sistem pendengaran. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme gangguan fungsi auditorik akibat DM tipe 2 dan meninjau bukti ilmiah mengenai hubungan antara DM tipe 2 dan gangguan fungsi auditorik. Metode: Tinjauan ini menggunakan pendekatan narrative review melalui penelusuran literatur pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “type 2 diabetes mellitus”, “hearing loss”, dan “auditory function”. Artikel yang dipilih adalah publikasi lima tahun terakhir (2020–2025) yang relevan dengan topik. Pembahasan: DM tipe 2 dapat memengaruhi pendengaran melalui kerusakan mikrovaskular pada kapiler koklea, neuropati saraf auditori, stres oksidatif, dan akumulasi advanced glycation end products (AGEs). Mekanisme tersebut mengakibatkan disfungsi stria vaskularis, atrofi sel rambut koklea, serta gangguan transmisi impuls saraf. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko sensorineural hearing loss bilateral pada pasien DM tipe 2, terutama dengan kontrol glikemik buruk dan durasi penyakit lebih lama. Simpulan: DM tipe 2 berhubungan dengan gangguan fungsi pendengaran akibat mekanisme vaskular, neuropatik, dan oksidatif. Pemeriksaan audiometri rutin disarankan untuk deteksi dini disfungsi auditori sebagai bagian dari perawatan komprehensif pasien diabetes.
Copyrights © 2025