Angka kelahiran global menunjukkan penurunan signifikan di banyak negara sebagai hasil dari upaya pengendalian populasi melalui program keluarga berencana dan penggunaan kontrasepsi modern. Meskipun kontrasepsi telah terbukti efektif dalam merencanakan kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, terdapat kesenjangan pengetahuan yang luas di masyarakat mengenai reversibilitas kesuburan setelah penghentian penggunaan. Kekhawatiran bahwa kontrasepsi dapat menyebabkan infertilitas permanen masih tersebar luas, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, dan kekhawatiran ini terbukti menghambat penggunaan metode kontrasepsi modern yang efektif. Tinjauan literatur menggunakan metode Literature Review (LR) dari berbagai studi mengenai peran kontrasepsi terhadap kembalinya kesuburan pada wanita. Proses identifikasi dilakukan melalui basis data Scopus menggunakan kata kunci “Contraception” dan “Fertility”. Penelitian menunjukkan bahwa kontrasepsi modern, baik hormonal maupun non-hormonal, tidak menyebabkan infertilitas permanen, melainkan hanya menunda kesuburan secara sementara hingga fungsi ovulasi kembali normal dalam waktu kurang dari satu tahun setelah penghentian penggunaan. Faktor usia, jenis kontrasepsi, tingkat pendidikan, dan pengetahuan reproduksi berpengaruh terhadap kecepatan pemulihan kesuburan. Selain itu, kontrasepsi modern terbukti berperan dalam menurunkan Total Fertility Rate (TFR) dan membentuk pola kesuburan yang lebih terencana. Tren global memperlihatkan bahwa kontrasepsi kini tidak hanya menjadi alat pengendali kehamilan, tetapi juga sarana pemberdayaan reproduktif perempuan yang mendukung perencanaan keluarga secara sadar, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kontrasepsi berfungsi sebagai mekanisme pengatur kesuburan yang fleksibel, reversibel, dan aman bagi wanita di era modern.
Copyrights © 2026