Pendahuluan: Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan saluran cerna fungsional yang multifactorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, termasuk stres. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang berisiko tinggi mengalami stres akademik, yang dapat memicu atau memperburuk gejala IBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan sampel 60 mahasiswa perempuan Angkatan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10, dan kejadian IBS berdasarkan kriteria Roma IV. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS. Hasil: Sebanyak 48 responden (80%) mengalami tingkat stres sedang–berat, sedangkan 12 responden (20%) memiliki tingkat stres ringan. Dari total sampel, 20 responden (33,3%) mengalami IBS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian IBS (p = 0,040), dengan proporsi IBS lebih tinggi pada kelompok stres sedang–berat dibanding kelompok stres ringan. Pembahasan: Hasil penelitian ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi fungsi saluran cerna melalui sumbu otak-usus dan modulasi mikrobiota, sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala IBS. Simpulan: Tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan.
Copyrights © 2026