Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) memiliki morbiditas tinggi pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar trombosit dan hematokrit saat admisi dengan lama rawat inap pasien DBD anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 125 rekam medis pasien anak (0-18 tahun) penderita DBD di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung, selama tahun 2024 menggunakan total sampling. Data trombosit, hematokrit saat masuk, dan lama rawat inap dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman karena data tidak terdistribusi normal.Hasil: Subjek penelitian didominasi oleh pasien dengan trombositopenia berat (34,4%) dan hematokrit tinggi (39,2%), dengan mayoritas lama rawat inap ?4 hari hari (71%). Hasil uji bivariat statistik antara tingkat trombositopenia dengan lama rawat inap (r = -0,122; p = 0,175) dan antara kadar hematokrit dengan lama rawat inap (r = 0,048; p = 0,592) menunjukkan hubungan statistik yang tidak signifikan.Pembahasan: Temuan non-signifikan ini diduga kuat dipengaruhi oleh status rumah sakit sebagai pusat rujukan. Faktor lain, seperti kedatangan pasien pada fase kritis atau riwayat terapi cairan sebelumnya, kemungkinan telah mengaburkan hubungan statistik murni antara parameter laboratorium awal dan durasi perawatan.Simpulan: Trombositopenia berat dan hemokonsentrasi adalah temuan umum pada pasien DBD anak, namun penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat trombositopenia atau hematokrit awal bukanlah prediktor yang andal untuk menentukan durasi perawatan pada konteks rumah sakit rujukan.
Copyrights © 2026