Pendahuluan: Kanker Nasofaring (KNF) merupakan neoplasma yang umum di Asia Tenggara dan erat kaitannya dengan infeksi Epstein–Barr virus (EBV). Secara global terdapat sekitar 120.434 kasus, dengan Asia sebagai penyumbang terbesar mencapai 100.298 kasus. Variasi angka kejadian antarwilayah menunjukkan peran faktor lingkungan dan genetik dalam perkembangan penyakit ini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis univariat ini menggunakan metode total sampling dari 85 rekam medis pasien di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang terkonfirmasi histopatologi KNF, pada periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Hasil: Hasil menunjukkan mayoritas pasien adalah usia dewasa (19–59 tahun) (84,7%) , berjenis kelamin laki-laki (69,2%), dan memiliki tipe histopatologi tidak berkeratin tidak berdiferensiasi (tipe IIb) paling dominan (77,6%). Pasien banyak terdiagnosis pada stadium lanjut, dengan persentase tertinggi pada stadium IVA (21,2%). Metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) tercatat pada 17,6% pasien. Pembahasan: Dominasi pasien laki-laki kemungkinan dipengaruhi faktor biologis, paparan lingkungan, dan kebiasaan hidup berisiko. Tipe histopatologi tidak berkeratin terutama yang tidak berdiferensiasi mencerminkan pola wilayah endemik Asia dan berkaitan dengan infeksi Epstein–Barr virus. Mayoritas kasus terdiagnosis pada stadium lanjut akibat gejala yang tidak spesifik. Simpulan: Pasien didominasi oleh laki-laki dewasa, dengan tipe karsinoma tidak berkeratin tidak berdiferensiasi tipe IIb, dan terdiagnosis pada stadium lanjut
Copyrights © 2026