Pendahuluan: Kekuatan otot tangan merupakan pemeriksaan paling akurat untuk menilai fungsi tangan.Kekuatan otot tangan menggambarkan kapasitas kerja otot pada tangan untuk aktivitas fisik yang menggunakan tangan.Besar kekuatan genggaman tangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hormon, usia, latihan fisik, serta status gizi khususnya IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan kanan mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional dengan rancangan Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023, diambil secara total sampling sebanyak 142 orang dengan minimal sampel yang harus diambil sebanyak 64 orang. Variabel bebas adalah IMT dan variabel terikat adalah kekuatan genggaman otot tangan. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan keduanya. Hasil: Rata-rata kekuatan genggaman tangan mahasiswi adalah 23,4 kg, dan rata-rata IMT adalah 18,68 pada 126 sampel yang telah didapat. Sebagian besar responden memiliki tingkat kekuatan genggaman tangan normal (76,2%) dan IMT berada dalam kategori normal (61,6%). Uji statistik Spearman mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,187 dan signifikansi (p) sebesar 0,037. Pembahasan: Nilai p = 0,037 menunjukkan hubungan yang signifikan, dengan nilai r = 0,187 menandakan hubungan positif yang lemah antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan. Artinya, semakin tinggi IMT maka semakin kuat pula kekuatan genggaman otot tangan. Hubungan yang tidak selalu kuat ini disebabkan IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan massa lemak. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kekuatan genggaman otot tangan pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023. Kata Kunci: IMT, Kekuatan Genggaman Otot, Mahasiswi
Copyrights © 2026