Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kekuatan Genggaman Otot Tangan Kanan Pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023 Muhammad Al Ikhsan; Anggi Setiorini; Muhammad Aditya; Khairun Nisa Berawi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1082

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan otot tangan merupakan pemeriksaan paling akurat untuk menilai fungsi tangan.Kekuatan otot tangan menggambarkan kapasitas kerja otot pada tangan untuk aktivitas fisik yang menggunakan tangan.Besar kekuatan genggaman tangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hormon, usia, latihan fisik, serta status gizi khususnya IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan kanan mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional dengan rancangan Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023, diambil secara total sampling sebanyak 142 orang dengan minimal sampel yang harus diambil sebanyak 64 orang. Variabel bebas adalah IMT dan variabel terikat adalah kekuatan genggaman otot tangan. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan keduanya. Hasil: Rata-rata kekuatan genggaman tangan mahasiswi adalah 23,4 kg, dan rata-rata IMT adalah 18,68 pada 126 sampel yang telah didapat. Sebagian besar responden memiliki tingkat kekuatan genggaman tangan normal (76,2%) dan IMT berada dalam kategori normal (61,6%). Uji statistik Spearman mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,187 dan signifikansi (p) sebesar 0,037. Pembahasan: Nilai p = 0,037 menunjukkan hubungan yang signifikan, dengan nilai r = 0,187 menandakan hubungan positif yang lemah antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan. Artinya, semakin tinggi IMT maka semakin kuat pula kekuatan genggaman otot tangan. Hubungan yang tidak selalu kuat ini disebabkan IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan massa lemak. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kekuatan genggaman otot tangan pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023.                         Kata Kunci: IMT, Kekuatan Genggaman Otot, Mahasiswi
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Craniovertebral Angle pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Muhammad Dafa Ananta; Anggi Setiorini; Wiwi Febriani; Helmi Ismunandar
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1109

Abstract

Obesitas dan gangguan postur seperti forward head posture (FHP) semakin meningkat seiring dengan berkembangnya penggunaan perangkat digital dan gaya hidup sedentari, dengan sekitar 50% populasi dewasa global diprediksi memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi pada 2030 dan prevalensi FHP mencapai 63-87% pada mahasiswa. Peningkatan IMT dapat memengaruhi biomekanik tubuh dan menurunkan craniovertebral angle (CVA) yang berpotensi memperburuk FHP, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi. Hingga kini belum ada data lokal pada mahasiswa FK Universitas Lampung, sehingga penelitian ini penting untuk mengisi celah tersebut dan mendukung pencegahan gangguan postural. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Craniovertebral Angle pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 93 mahasiswa yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. IMT diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise, sementara CVA dinilai melalui foto lateral dengan analisis Physiomaster. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan penelitian telah mendapat persetujuan etik. Hasil penelitian menunjukkan median IMT sebesar 23,61 dan median CVA sebesar 53° dengan rentang nilai yang mencerminkan variasi nilai IMT dan derajat FHP dalam populasi. Uji Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara IMT dan CVA (r = –0,550; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi IMT, semakin kecil sudut CVA dan semakin besar kecenderungan mengalami FHP.  
Literature Review: Perbandingan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Obesitas Sentral terhadap Risiko Penyakit Metabolik dan Kardiovaskular Muhammad Haekal Rabbani; Anggi Setiorini; Risti Graharti; Evi Kurniawaty
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1226

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan berperan penting sebagai faktor risiko terjadinya penyakit metabolik dan kardiovaskular. Penilaian obesitas secara klinis umumnya menggunakan indeks massa tubuh (IMT), namun indikator ini memiliki keterbatasan dalam menggambarkan distribusi lemak tubuh. Sebaliknya, obesitas sentral yang diukur melalui lingkar perut atau rasio lingkar pinggang-pinggul mencerminkan akumulasi lemak viseral yang lebih erat kaitannya dengan gangguan metabolik dan kardiovaskular. Oleh karena itu, literature review ini bertujuan untuk membandingkan peran obesitas berdasarkan IMT dan obesitas sentral terhadap risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data PubMed dan Google Scholar. Artikel yang disertakan dibatasi pada publikasi sepuluh tahun terakhir, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta membahas hubungan antara indikator obesitas dan risiko penyakit metabolik maupun kardiovaskular pada populasi dewasa. Jurnal nasional dan internasional didapatkan 380 artikel dan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis secara komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa obesitas sentral memiliki hubungan yang lebih kuat dan konsisten dengan risiko sindrom metabolik, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular dibandingkan obesitas berdasarkan IMT. Beberapa studi melaporkan bahwa individu dengan IMT normal tetapi memiliki obesitas sentral tetap menunjukkan peningkatan risiko kardiometabolik yang signifikan. Hal ini berkaitan dengan peran lemak viseral dalam memicu resistensi insulin, inflamasi kronik, dan disfungsi endotel. Dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral merupakan prediktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular yang lebih sensitif dibandingkan obesitas berdasarkan IMT. Oleh karena itu, penggunaan indikator obesitas sentral perlu dipertimbangkan secara rutin dalam praktik klinis untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit metabolik serta kardiovaskular.
Pengaruh Intervensi Latihan Fisik terhadap Kontrol Postural pada Anak dengan Sindrom Down Literature Review Kinanti Sih Purboriri; Anggi Setiorini; Nanda Fitri Wardani; Roro Rukmi Windi Perdani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.666

Abstract

Kontrol postural adalah kemampuan untuk mempertahankan stabilitas tubuh secara statis dan dinamis melalui integrasi sistem sensorimotor, visual, dan vestibular. Anak dengan sindrom down umumnya mengalami gangguan kontrol postural akibat hipotonia, kelemahan otot, dan gangguan integrasi sensorimotor, sehingga memerlukan intervensi latihan yang tepat. Tinjauan ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai latihan terhadap peningkatan kontrol postural pada anak dengan sindrom down menggunakan desain literature review dengan pendekatan PICO. Artikel yang dikaji merupakan studi eksperimen tahun 2017–2025 dengan kata kunci aktivitas fisik, latihan fisik, kontrol postural, keseimbangan statis, dan sindrom down. Intervensi yang ditinjau meliputi virtual reality-based training, core stability training, Pilates, treadmill training, hippotherapy, whole-body vibration, dan latihan trampolin berbasis stretch-shortening cycle. Hasil telaah menunjukkan semua intervensi meningkatkan kontrol postural, keseimbangan, kekuatan otot, dan koordinasi motorik. Latihan multimodal yang mengombinasikan beberapa metode memberikan hasil paling efektif melalui peningkatan adaptasi neuromuskular dan integrasi sensorimotor. Disimpulkan bahwa latihan fisik dan sensorimotor berperan penting dalam meningkatkan kontrol postural dan keseimbangan anak dengan sindrom down serta mendukung kemandirian fungsional.