Artikel ini membahas perbandingan efektivitas dua model pembelajaran berbasis konstruktivisme, yaitu Inkuiri Terbimbing dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi sains siswa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan kajian literatur dan analisis data dari berbagai jurnal pendukung, ditemukan bahwa keduanya sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains, dengan peningkatan skor pretest ke posttest yang signifikan. Model Inkuiri Terbimbing menunjukkan peningkatan yang lebih konsisten dan nilai N-Gain tertinggi sebesar 0,735, sedangkan PBL juga efektif dengan N-Gain sekitar 0,724. Hasil ini menegaskan bahwa kedua model dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa, meskipun pola peningkatan dan skor awal berbeda.
Copyrights © 2025