Pendidikan karakter merupakan elemen fundamental dalam sistem pendidikan pesantren, terutama dalam membentuk kepribadian santri yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan perilaku playing victim pada santri putri, yaitu kecenderungan memosisikan diri sebagai korban untuk menghindari tanggung jawab dan memperoleh simpati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter santri putri agar terhindar dari sikap playing victim di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kerangka analisis mengintegrasikan teori peran guru PAI, pendidikan karakter, dan konsep victim mentality dalam psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menjalankan peran multifungsi sebagai pendidik, teladan, pembimbing, konselor, dan motivator. Sikap playing victim pada santri putri tampak dalam bentuk menyalahkan lingkungan, menonjolkan diri sebagai pihak yang dirugikan, serta menghindari tanggung jawab saat menghadapi konflik atau teguran. Untuk mengatasi hal tersebut, guru PAI menerapkan strategi dialogis dan konseling, penguatan nilai tauhid, sabar, dan tawakal, serta pembiasaan muhasabah dan bimbingan kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang integratif mampu mencegah berkembangnya sikap playing victim dan mendorong santri putri menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta matang secara spiritual dan sosial.
Copyrights © 2026