Acne vulgaris (AV) bersifat kronis dan kambuhan, dan mengenai mengenai hampir 85% orang dewasa muda. Memahami patogenesis AV dapat mencegah terjadinya acne. Hubungan antara profil lipid dan diet dengan AV masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk apakah ada perbedaan status profil lipid dan frekuensi diet dengan produksi sebum dan total lesi AV. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional dengan responden sebanyak 57 orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Responden dilakukan pemeriksaan keparahan AV, produksi sebum, kadar profil lipid darah, dan wawancara menggunakan semi qualitative food frequency questionnaire yang sudah tervalidasi. Analisis statistik dilakukan untuk melihat hubungan dan korelasi antar variabel dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan (p>0,05) antara profil lipid dengan tingkat produksi sebum dan derajat keparahan acne, kecuali antara kadar trigliserida dan tingkat produksi sebum (p=0,017). Terdapat perbedaan bermakna lesi acne total antara responden dengan produksi sebum normal dan rendah (25,7±20,7 vs 15,7±12,2, p=0,032). Hasil uji korelasi Spearman antara pola diet dengan produksi sebum dan total lesi acne adalah p>0,05 kecuali konsumsi kacang tanah dan sereal terhadap total lesi acne berturut-turut (p=0,023; r=0,317 dan p=0,043; r=-0,285). Kesimpulan adalah kadar trigliserida yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan produksi sebum, yang berkorelasi dengan jumlah lesi acne yang lebih tinggi. Terdapat korelasi yang lemah antara frekuensi konsumsi kacang tanah dan sereal dengan total lesi acne.
Copyrights © 2025