Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI TANAMAN HERBAL BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) SEBAGAI ALTERNATIF ANTIHIPERTENSI rizkawati, Muflihah; Fairuz, Ratna Amalia; Absari, Nurmala Widya
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v9i1.637

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular dengan angka kematian tertinggi di dunia. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menurunkan peningkatan tekanan darah dengan mengkonsumsi obat antihipertensi, melakukan olahraga dan aktivitas fisik, mengelola stres serta melakukan pembatasan terhadap asupan makanan tinggi garam dan lemak. Permasalahan utama dari sulitnya melakukan kontrol terhadap tingginya tekanan darah adalah lemahnya kepatuhan terhadap konsumsi obat antihipertensi dan sulitnya mengatur pola makan rendah garam dan kolesterol. Selain itu, penggunaan obat jangka panjang dapat memunculkan kecemasan terhadap efek samping. Alternatif pemanfaatan tanaman herbal Bunga Telang (Clitoria ternatea) dapat menjadi pilihan yang lebih baik dalam penanganan hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan melakukan penelusuran artikel dari Google Scholar, Sciencedirect, dan Pubmed yang terbit pada tahun 2012-2022. Berdasarkan hasil telaah jurnal didapatkan 4 artikel sesuai yang menunjukkan adanya efek positif dari bunga telang dalam menurunkan kadar tekanan darah pada studi yang dilakukan.
PENGARUH DIET PUASA (INTERMITTENT FASTING) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN, PERUBAHAN METABOLIK, DAN MASSA OTOT Fairuz, Ratna Amalia; Absari, Nurmala Widya; Utami, Rizki Fajar; Djunet, Nur Aini
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i1.975

Abstract

Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Cara mengurangi makanan adalah dengan cara diet. Ada berbagai metode diet yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Cara yang sering dilakukan adalah puasa intermiten dengan cara dan aturan tertentu. Puasa intermiten melibatkan makan harian yang dibatasi waktu (seperti puasa 16-24 jam) atau puasa sehari penuh pada 2 hingga 4 hari (atau lebih) per minggu. Cara diet ini berpengaruh pada perubahan berat badan, dan perubahan metabolisme dalam tubuh baik jangka panjang maupun jangka pendek. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi tentang pengaruh puasa intermiten terhadap perubahan berat badan, perubahan metabolisme, dan massa otot. Metode yang digunakan adalah scooping review dengan meninjau 7 dari 1875 jurnal yang dipilih dengan menghilangkan kriteria duplikasi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan puasa intermiten dapat menurunkan berat badan dan menurunkan kadar insulin dan lipid dalam tubuh, namun tidak terjadi perubahan massa otot. Beberapa efek samping diet puasa masih dalam batas aman. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah puasa intermiten bermanfaat dalam penurunan berat badan dan perubahan metabolisme, terutama dalam menurunkan kadar insulin dan lipid dalam tubuh.
CORRELATIONS BETWEEN LIPID PROFILE AND DIET WITH SEBUM PRODUCTION AND ACNE SEVERITY Rosmelia, Rosmelia; Absari, Nurmala Widya; Fairuz, Ratna Amalia; Fidianingsih, Ika
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3011

Abstract

Acne vulgaris (AV) bersifat kronis dan kambuhan, dan mengenai  mengenai hampir 85% orang dewasa muda. Memahami patogenesis AV dapat mencegah terjadinya acne. Hubungan antara profil lipid dan diet dengan AV masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk apakah ada perbedaan status profil lipid dan frekuensi diet dengan produksi sebum dan total lesi AV. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional dengan responden sebanyak 57 orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Responden dilakukan pemeriksaan keparahan AV, produksi sebum, kadar profil lipid darah, dan wawancara menggunakan semi qualitative food frequency questionnaire yang sudah tervalidasi. Analisis statistik dilakukan untuk melihat hubungan dan korelasi antar variabel dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan (p>0,05) antara profil lipid dengan tingkat produksi sebum dan derajat keparahan acne, kecuali antara kadar trigliserida dan tingkat produksi sebum (p=0,017). Terdapat perbedaan bermakna lesi acne total antara responden dengan produksi sebum normal dan rendah (25,7±20,7 vs 15,7±12,2, p=0,032). Hasil uji korelasi Spearman antara pola diet dengan produksi sebum dan total lesi acne adalah p>0,05 kecuali konsumsi kacang tanah dan sereal terhadap total lesi acne berturut-turut (p=0,023; r=0,317 dan p=0,043; r=-0,285). Kesimpulan adalah kadar trigliserida yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan produksi sebum, yang berkorelasi dengan jumlah lesi acne yang lebih tinggi. Terdapat korelasi yang lemah antara frekuensi konsumsi kacang tanah dan sereal dengan total lesi acne.