Aktivitas pelabuhan berkontribusi signifikan terhadap degradasi lingkungan, seperti peningkatan emisi karbon, pencemaran air, dan penumpukan limbah. Kondisi ini menjadikan pelabuhan sebagai salah satu sumber tekanan ekologis yang perlu segera ditangani. Konsep Green Port hadir sebagai pendekatan ramah lingkungan dalam pengelolaan pelabuhan, namun implementasinya di Indonesia masih belum merata. Selain itu, kontribusi energi terbarukan dan manajemen limbah terhadap keberhasilan Green Port belum banyak diuji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh energi terbarukan dan manajemen limbah terhadap kinerja lingkungan pelabuhan, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi implementasi Green Port. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori, dengan analisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Responden dalam penelitian ini sebanyak 77 pegawai tetap PT Terminal Teluk Lamong Surabaya, yang dipilih melalui simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi terbarukan dan manajemen limbah memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap implementasi Green Port dan kinerja lingkungan. Selain itu, Green Port berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara variabel-variabel tersebut dan kinerja lingkungan. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi kebijakan energi bersih dan sistem pengelolaan limbah dalam upaya mendorong operasional pelabuhan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2025