Minyak goreng adalah salah satu bahan kebutuhan pokok yang dikonsumsi oleh hampir semua masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia rata-rata mengonsumsi sekitar 9,47 kg minyak goreng per kapita per tahunnya. Tahun 2023 rata-rata konsumsi sebesar 9,56 kg goreng per kapita/th. Jika dibandingkan tahun 2022 ada kenaikan 0,95%. Jika dilihat tren pola konsumsi masyarakat dari minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan bermerek menggambarkan semakin meningkat, karena masyarakat menganggap minyak goreng kemasan lebih bersih dan higienis. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik konsumen minyak goreng kemasan, menganalisis faktor budaya, sosial, pribadi, psikologis, kualitas, fitur, desain, merek, kemasan, dan harga yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian minyak goreng kemasan di Kota Bandar Lampung. Metode pengambilan sampel menggunakan systemaltic random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 45 respoden di Chandra Super Store Tanjung Karang Kota Bandar Lampung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda metode backward. Gambaran responden, masyoritas rentang usia 36-50 tahun dengan pekerjaan adalah Ibu rumah tangga, tingkat pendapatan lebih dari Rp3.000.000,00. Data sebelum dilakukan analisis regresi telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi menyatakan secara simultan semua faktor berpengaruh dengan nilai R-adj sebesar 80,1%. Secara parsial faktor budaya, pribadi, psikologis, kualitas, desain, merek, kemasan, dan harga yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli minyak goreng kemasan di Kota Bandar Lampung. Model regresi yang didapat Y= 24,39 + 0,42X1– 0,61X3 – 0,171X4 + 0.26X5 – 0.06X7 + 0.24X8 – 0.20X9 – 0.65X10 telah diuji asumsi dan memenuhi kriteria BLUE.
Copyrights © 2024