Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penerapan Good Farming Practice (GFP) Di Peternakan Ayam Petelur PT LG Lampung Timur Rismawati, Lia; Unteawati, Bina; Marga Saty, Fadila
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i1.3620

Abstract

PT LG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan khususnya peternakan ayam petelur. Pemeliharaan ayam petelur membutuhkan penanganan yang baik agar dapat menghasilkan ayam dengan kualitas telur yang optimal. Oleh sebab itu, dilakukan penerapan Good Farming Practice (GFP) pada perusahaan sebagai pedoman budi daya ternak ayam petelur yang baik. Sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan baik dapat menekan angka kematian pada ternak menjadi lebih rendah, sehingga jumlah telur yang diproduksi dapat meningkat. Tujuan karya ilmiah ini adalah (1) Mengidentifikasi kegiatan proses produksi telur dan (2) Menjelakan penerapan Good Farming Practice (GFP) di PT LG. Metode analisis yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah metode kualitatif, pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Kegiatan proses produksi di peternakan ayam petelur pada PT LG terdiri dari pemilihan jenis bibit ayam, pemberian pakan, pemberian air minum, pengaturan suhu kandang, dan pengendalian penyakit, sehingga perlu membangun kandang isolasi dan sistem biosecurity farm yang mendukung. Penerapan Good Farming Practice (GFP) menjadi pedoman budidaya ternak ayam petelur yang baik berdasarkan Permentan Nomor: 31/Permentan/OT.140/2/2014 bagi peternakan pada PT LG agar tingkat mortalitasnya berada dalam batas toleransi (0,01-0,3%).
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Pengguna Layanan Online Food Delivery di Kota Bandar Lampung Triyono, Triyono; Marga Saty, Fadila; Budi Trisnanto, Teguh; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i1.3975

Abstract

During the post-pandemic period, many MSMEs in Bandar Lampung still use online food delivery services, because these services are a way for sellers to increase revenue. Consumer behavior has also begun to take its shape since the Covid-19 pandemic, namely shopping habits through online media. Therefore, further research is needed related to the analysis of factors affecting the income of culinary MSMEs using online food delivery services in Bandar Lampung City, to see how it would develop in the post-pandemic period. This research was conducted at 58 culinary MSME outlets, namely meatballs and geprek chicken in Bandar Lampung, which employ online food delivery services (GoFood) with a minimum criteria of 4.3 star rating. The data analysis methods used in this study are descriptive analysis method, income analysis, and multiple linear regression analysis. The results showed that the factors that have the most influence on the income of culinary MSMEs using online food delivery services are price and number of orders.
Manajemen Pemberian Pakan Sapi Potong Pada Koperasi RAK triandini, yolla; Marga Saty, Fadila; Unteawati, Bina
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v1i2.3412

Abstract

Koperasi RAK adalah koperasi yang bergerak di bidang pembibitan sapi potong dan hasil turunan lainnya. Koperasi RAK dalam pemberian pakan masih terdapat beberapa kendala sehingga melakukan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan pakan baik hijauan maupun konsentrat. Pemberian pakan dilakukan untuk memenuhi jumlah pemberian pakan sesuai perencanaan. Tujuan penulisan (1) Menjelaskan prosedur pemberian pakan sapi potong pada Koperasi RAK, (2) Menjelaskan penerapan fungsi manajemen pemberian pakan peternakan sapi potong pada Koperasi RAK. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan proses pemberian pakan terhadap sapi potong di Koperasi RAK Hasil dan pembahasan 1) Prosedur pemberian pakan sapi potong di Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera meliputi penyiapan bahan-bahan pakan sapi dari campuran onggok, bungkil sawit, jenjet, kulit singkong dan tebon jagung, pengadukan bahan menjadi satu, pendistribusian pakan, penggantian air minum, kemudian pemberian pakan sapi (konsentrat). 2) Manajemen pemberian pakan sapi potong di Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera terdiri dari perencanaan pemberian pakan berupa penentuan jumlah pemberian dan jenis pakan, pengorganiasian berupa struktur organisasi, pelaksanaan, dan pengendalian yakni mengontrol semua yang direncanakan dan dilaksanakan terhadap pemberian pakan.
Kajian Internal dan Eksternal Koperasi SPK Putri Kinasih, Sintia; Marga Saty, Fadila; Humaidi, Edy
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v1i2.3416

Abstract

Koperasi SPK merupakan koperasi yang bergerak di bidang pembibitan sapi potong dan hasil turunan lainnya. Koperasi SPK dalam pengembangan koperasi masih terdapat beberapa kendala, seperti rendahnya minat peternak untuk beraliansi ke koperasi, rendahnya kapasitas Sumber Daya Manusia anggota, dan manajemen koperasi yang belum optimal. Tujuan penulisan akhir ini adalah untuk (1) Menganalisis kondisi kekuatan dan kelemahan Koperasi SPK. (2) Menganalisis kondisi peluang dan ancaman KPT SPK. Penulis menggunakan metode kualitatif dalam bentuk deskriptif. Metode ini mendeskripsikan gambaran umum koperasi secara internal dan eksternal. Hasil analisis dan pembahasan (1) Secara internal, kekuatan utama yang dimiliki Koperasi SPK adalah koperasi menjalin kemitraan dengan badan hukum lain dalam pengembangan usahanya, dan kelemahan utamanya adalah rendahnya partisipasi anggota dalam menggunakan layanan unit usaha koperasi. (2) Secara eksternal, peluang utama yang dimiliki Koperasi SPK adalah tingginya minat masyarakat luar daerah untuk melakukan kunjungan wisata edukasi ke koperasi, dan ancaman utamanya adalah rendahnya minat peternak non-anggota untuk bergabung sebagai anggota tetap koperasi
Analysis Of Income And Added Value Of Cassava In Gedong Tataan District Pesawaran Regency Lesta Apriyani, Nurya; Apriyani, Marlinda; Desfaryani, Rini; Marga Saty, Fadila
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v3i2.4581

Abstract

Cassava is a leading commodity in Lampung Province, but the selling price at the farmer level is often volatileand low. Processing cassava into chips is an alternative to increase income. This study analyzes the incomeand added value of cassava chip processing businesses in 15 MSMEs in Karanganyar Village, Gedong TataanDistrict, Pesawaran Regency using quantitative descriptive methods and Hayami calculations. The majorityof businesses use personal capital with a production capacity of 100-300 kg per day. The results show that theaverage net income of small-scale MSMEs reaches IDR 12,210,050 per month and large-scale MSMEs reachIDR 26,604,686 per month. The average added value for small-scale businesses is IDR 3,402 per kg with aratio of 57 percent, while for large-scale businesses it is IDR 3,784 per kg with a ratio of 60 percent. Thisproves that processing cassava into chips is feasible and profitable. Policy support, access to capital, training,and market expansion are needed to strengthen the competitiveness of MSMEs.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Pembelian Minyak Goreng Kemasan di Kota Bandar Lampung Nur Rahmah, Syifa; Marga Saty, Fadila; Kusmaria, Kusmaria; Fitri, Annisa
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i2.4088

Abstract

Minyak goreng adalah salah satu bahan kebutuhan pokok yang dikonsumsi oleh hampir semua masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia rata-rata mengonsumsi sekitar 9,47 kg minyak goreng per kapita per tahunnya.  Tahun 2023 rata-rata konsumsi sebesar 9,56 kg goreng per kapita/th.  Jika dibandingkan tahun 2022 ada kenaikan 0,95%.  Jika dilihat tren pola konsumsi masyarakat dari minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan bermerek menggambarkan semakin meningkat, karena masyarakat menganggap minyak goreng kemasan lebih bersih dan higienis.  Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik konsumen minyak goreng kemasan, menganalisis faktor budaya, sosial, pribadi, psikologis, kualitas, fitur, desain, merek, kemasan, dan harga yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian minyak goreng kemasan di Kota Bandar Lampung. Metode pengambilan sampel menggunakan systemaltic random sampling.  Sampel yang digunakan sebanyak 45 respoden di Chandra Super Store Tanjung Karang Kota Bandar Lampung.  Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda metode backward. Gambaran responden, masyoritas rentang usia 36-50 tahun dengan  pekerjaan adalah Ibu rumah tangga, tingkat pendapatan lebih dari Rp3.000.000,00.  Data sebelum dilakukan analisis regresi telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi menyatakan secara simultan semua faktor berpengaruh dengan nilai R-adj sebesar 80,1%. Secara parsial  faktor budaya, pribadi, psikologis, kualitas, desain, merek, kemasan, dan harga yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli minyak goreng kemasan di Kota Bandar Lampung. Model regresi yang didapat Y= 24,39 + 0,42X1– 0,61X3 – 0,171X4 + 0.26X5 – 0.06X7 + 0.24X8 – 0.20X9 – 0.65X10 telah diuji asumsi dan memenuhi kriteria BLUE. 
Analisis Kelayakan Finansial Industri Rumah Tangga Tempe di Antasari Bandar Lampung Tri Grahita, Agie; Marga Saty, Fadila; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i2.4100

Abstract

Tempe merupakan makanan yang hasil dari fermentasi terhadap biji kedelai. Industri rumah tangga  di Antasari merupakan industri pengolahan kedelai di Antasari. Harga bahan baku  kedelai yang saat ini berfluktuasi berdampak pada hasil produksi tempe.  Jumlah produksi yang dikurangkan ataupun ukururan yang akan diperkecil. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kelayakan finansial, menganalisis tingkat sensitivitas dan menganalisis nilai tambah Industri rumah tangga tempe di Antasari. Analisis kelayakan usaha ini dapat memberi informasi bagi pemilik usaha untuk mengetahui apakah industri rumah tangga layak atau tidak untuk dijalankan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Responden terdiri dari 4 industri rumah tanggga tempe. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukan bahwa industri rumah tangga tempe di Antasari layak untuk dijalankan. Hasil kelayakan finansial ditunjukkan oleh nilai Net Presen Value (NPV) sebesar Rp432.315.714, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 72%, Net B/C rasio dengan nilai 2,58, Payback Period (PBP) selama 1 Tahun 2 bulan 8 Hari dan Break Even Point (BEP) yaitu selama 3 tahun 11 hari. Sedangkan untuk penilaian pada industri rumah tangga tempe yang tidak menggunakan mesin penggiling ditunjukan oleh nilai Net Presen Value (NPV) sebesar Rp141.394.059, Internal Rate of Return (IRR) sebesar  56%, Net B/C rasio dengan nilai 2,12.  Payback Period (PBP) selama 5 bulan 5 hari dan Break Even Point (BEP) yaitu 4 tahun 5 bulan 16 hari. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa industri rumah tangga tempe terbukti tidak sensitif terhadap perubahan  dari peningktan biaya bahan baku 3,1 % untuk industri rumah tangga tempe. Penurunan penerimaan sebesar 3,1% pada industri rumah tangga tempe. Hasil perubahan tersebut bahwa seluruh kriteria investasi masih memenuhi kriteria ,sehingga industri rumah tangga masih layak untuk dijalankan.
Pendapatan Petani Rakyat Kelapa Sawit Di Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang Gian Ananto, Firly; Marga Saty, Fadila; Desfaryani, Rini; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 41 responden petani kelapa sawit. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usahatani kelapa sawit sebesar Rp40.492 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp1.989.806 per bulan. Sementara itu, rata-rata penerimaan petani sebesar Rp11.375.034 per bulan, dengan pendapatan bersih Rp9.563.960 per bulan. Meskipun produktivitas kelapa sawit di wilayah penelitian masih rendah (sekitar 4 ton/ha), tingkat pendapatan yang diperoleh petani tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama masih berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Febri Andinata, Komang; Marga Saty, Fadila; Andarwangi, Tunjung; Pratiwi, Dita
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4592

Abstract

Padi merupakan kebutuhan dasar yang wajib di penuhi dalam kehidupan sehari hari karena peranannya sangat penting bagi ketahanan pangan dan keberlangsungan masyarakat. Produksi padi terus mengalami peningkatan, kesejahteraan petani tidak serta merta meningkat secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan serta R/C ratio dan B/C ratio usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Sampel penelitian terdiri atas 45 petani yang dipilih secara proporsional dengan menggunakan rumus Slovin dari populasi 7.765 petani. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi per musim tanam sebesar Rp14.146.819 dengan penerimaan sebesar Rp53.655.309 dan pendapatan bersih mencapai Rp39.508.490. Nilai R/C sebesar 3,79 dan B/C sebesar 2,79 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan penerimaan Rp3,79 dan keuntungan Rp2,79 pada usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.