Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat

Upaya Peningkatan Kualitas Mikrobiologis Susu Dengan Pembiasaan Peternak Dalam Melakukan Celup Puting pada Sapi Perah Setelah Pemerahan

Pisestyani, Herwin (Unknown)
Wulansari, Retno (Unknown)
Attabany, Afton (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Dec 2025

Abstract

Mastitis adalah peradangan kelenjar mammae yang menyebabkan kerugian ekonomi pada industri peternakan sapi perah, karena menurunkan kualitas dan kuantitas produksi susu, meningkatkan biaya pengobatan dan pencegahan, serta menyebabkan penurunan produktivitas sapi secara keseluruhan. Upaya pengendalian untuk mencegah mastitis, yaitu celup puting menggunakan antiseptik setelah pemerahan. Namun, peternak masih enggan melakukannya karena memperlama waktu pemerahan dan penambahan biaya untuk pembelian antiseptik. Pembiasaan peternak dalam menerapkan celup puting perlu dilakukan, sehingga peternak merasakan manfaatnya dan dapat menerapkan sendiri secara sadar. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis persentase selisih dari kualitas mikrobiologis dan jumlah sel somatik sebelum dan setelah sapi diberi perlakuan celup puting menggunakan povidon iodin 1% + glyserin 10% setelah pemerahan selama 2 minggu. Perlakuan celup puting dilakukan oleh tiga peternak binaan. Perlakuan celup puting setelah pemerahan dapat menurunkan jumlah total mikrorganisme (26,42–66,77%), jumlah S. aureus (84,07–99,36%), jumlah koliform (97,54–99,63%), dan jumlah sel somatik (13,87–71,39%) dalam susu. Sapi perah yang diberi perlakuan celup puting terbukti mengalami peningkatan kualitas mikrobiologis susu. Hal ini berbeda dengan sapi perah yang tidak diberi perlakuan celup puting yang menunjukkan terjadinya penurunan kualitas mikrobiologis secara signifikan. Akhirnya, peternak mengetahui bahwa celup puting penting untuk mencegah mastitis sehingga kualitas mikrobiologis susu meningkat.

Copyrights © 2025