Abstract. The rapid growth of e-commerce and social media has significantly transformed consumer behavior patterns in the digital era. This study aims to analyze the extent to which these two factors influence consumerism by focusing on three main aspects: impulsive behavior, israf (extravagance), and tawazun (balance). Employing a quantitative approach, data was collected through a survey involving 100 active internet users. The findings reveal that social media exerts a stronger influence than e-commerce in shaping consumer behavior. The validity and reliability tests of the research instrument indicate Cronbach’s Alpha value of 0.874, signifying a high level of internal consistency. However, the two independent variables account for only 14.9% of the variation in consumer behavior, suggesting that other factors may also play a role and warrant further investigation in future studies. This research highlights the importance of understanding the interconnection between digital technology, ethical consumption, and social responsibility. Practically, the results provide valuable insights for business practitioners and policymakers in formulating ethical and sustainable marketing strategies. Nevertheless, the study is limited by the number of variables examined and its cross-sectional design, which could be expanded through longitudinal research in future explorations. Abstrak. Pesatnya perkembangan e-commerce dan media sosial telah mengubah pola perilaku konsumen dalam konteks era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kedua faktor tersebut memengaruhi perilaku konsumtif masyarakat dengan menyoroti tiga aspek utama, yaitu perilaku impulsif, israf (pemborosan), dan tawazun (keseimbangan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei yang melibatkan 100 responden pengguna internet aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan e-commerce dalam membentuk perilaku konsumtif masyarakat. Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,874, yang mengindikasikan tingkat konsistensi internal yang baik. Walaupun begitu, kedua variabel independen hanya menjelaskan 14,9% variasi perilaku konsumen, sehingga masih terdapat faktor lain yang berpengaruh dan perlu dikaji lebih lanjut dalam penelitian berikutnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami hubungan antara teknologi digital, etika konsumsi, serta tanggung jawab sosial. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi acuan bagi pelaku bisnis dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pemasaran yang etis dan berkelanjutan. Adapun keterbatasan penelitian mencakup jumlah variabel yang terbatas dan desain cross-sectional yang perlu dikembangkan melalui penelitian longitudinal di masa depan.
Copyrights © 2025