Jumlah limbah popok bayi dan fly ash yang terus meningkat dianggap sebagai permasalahan lingkungan yang perlu segera diatasi. Popok bayi yang sulit terurai dan fly ash sebagai limbah sisa pembakaran batubara selama ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini, memanfaatkan kedua limbah tersebut sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bata ringan. Pengujian ini menggunakan metode eksperimen, dengan variasi campuran 0%, 1%, 2%, dan 3%. Dari hasil pengujian, peningkatan kuat tekan didapatkan sebesar 3,17 MPa pada campuran 1% limbah popok bayi dan fly ash. Sementara itu, hasil yang lebih tinggi diperoleh dengan penambahan popok bayi yang mengandung gel, yaitu kuat tekan mencapai 9 MPa pada campuran 1% dengan pengujian 7 hari dan 13,74 MPa pada campuran 2% dengan pengujian 28 hari. Sementara itu, kuat lentur tertinggi sebesar 2,6 MPa diperoleh pada variasi campuran 3% Limbah Popok Bayi dan Fly Ash pada pengujian 28 hari. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah yang selama ini dibuang begitu saja ternyata dapat dimanfaatkan sebagai material bangunan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi campuran.
Copyrights © 2025