Remaja awal merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah psikososial dan gangguan tidur akibat perubahan biologis, emosional, dan sosial yang cepat. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara masalah psikososial berdasarkan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan gangguan tidur berdasarkan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC) pada remaja putri SMP di Jakarta. Studi potong lintang dilakukan pada 70 siswi kelas VII–IX di SMPN 77 Jakarta menggunakan instrument PSC-17 dan SDSC dalam bentuk self-report menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisis deskriptif dan inferensial digunakan untuk mengidentifikasi distribusi gejala serta hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan 17,14% responden memiliki skor PSC-17 bermasalah, sedangkan 22,86% memiliki skor SDSC tinggi. Gangguan Memulai dan Mempertahankan Tidur (Disturbance in Initiating and Maintaining Sleep = DIMS) merupakan prediktor signifikan terhadap skor total SDSC (p = 0,003). Korelasi menunjukkan bahwa remaja dengan kondisi psikososial normal tetap dapat mengalami gangguan tidur, sementara sebagian remaja dengan masalah psikososial memiliki pola tidur normal. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan intervensi berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan kualitas tidur remaja.
Copyrights © 2025