Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profil Imunisasi dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 6-60 Bulan di Desa Kresek Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang dan Ditinjau dalam Pandangan Islam Adly Wirjopranoto, Retina Ayu Zeta; Herawaty, Tuty; Heriyanto, Toto
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4799

Abstract

KATA KUNCI Stunting, Imunisasi Dasar, Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan, Perspektif Islam. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar dan kejadian stunting pada anak usia 6–60 bulan di Desa Kresek serta tinjauannya dari perspektif Islam. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi yang tidak lengkap, yang meningkatkan risiko infeksi. Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual. Penelitian analitik dengan desain kuantitatif menggunakan data sekunder dari 98 anak di Desa Kresek. Sampel diambil menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan status imunisasi dengan kejadian stunting. Hasil menunjukkan prevalensi stunting mencapai lebih dari 70%, dengan 71,4% anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara status imunisasi dan kejadian stunting (p < 0,05), di mana anak yang tidak menerima imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap berkontribusi signifikan terhadap tingginya kejadian stunting di Desa Kresek. Peningkatan cakupan imunisasi dasar menjadi strategi penting untuk mencegah stunting, yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan spiritual.
Masalah Emos-Psikososial pada Remaja Putri di Jakarta Menggunakan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan Hubungannya dengan Gangguan Tidur Herawaty, Tuty; Sofa Inayatullah; Nur Asiah
Majalah Sainstekes Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v12i2.5813

Abstract

Remaja awal merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah psikososial dan gangguan tidur akibat perubahan biologis, emosional, dan sosial yang cepat. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara masalah psikososial berdasarkan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan gangguan tidur berdasarkan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC) pada remaja putri SMP di Jakarta. Studi potong lintang dilakukan pada 70 siswi kelas VII–IX di SMPN 77 Jakarta menggunakan instrument PSC-17 dan SDSC dalam bentuk self-report menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisis deskriptif dan inferensial digunakan untuk mengidentifikasi distribusi gejala serta hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan 17,14% responden memiliki skor PSC-17 bermasalah, sedangkan 22,86% memiliki skor SDSC tinggi. Gangguan Memulai dan Mempertahankan Tidur (Disturbance in Initiating and Maintaining Sleep = DIMS) merupakan prediktor signifikan terhadap skor total SDSC (p = 0,003). Korelasi menunjukkan bahwa remaja dengan kondisi psikososial normal tetap dapat mengalami gangguan tidur, sementara sebagian remaja dengan masalah psikososial memiliki pola tidur normal. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan intervensi berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan kualitas tidur remaja.
Hubungan Intensitas Olahraga dengan Keluhan Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Anindya, Nismara; Herawaty, Tuty; Bur, Rika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5445

Abstract

Konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi defekasi rendah, konsistensi feses keras, dan kesulitan saat buang air besar, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Kurangnya aktivitas fisik diketahui sebagai salah satu faktor risiko penting terjadinya konstipasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas olahraga dengan keluhan konstipasi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Intensitas aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek, sedangkan keluhan konstipasi dinilai berdasarkan Kriteria Roma IV. Sampel berjumlah 164 mahasiswa yang dipilih secara acak. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Mayoritas responden memiliki intensitas olahraga kategori sedang (54,9%), diikuti rendah (29,3%) dan tinggi (15,8%). Prevalensi keluhan konstipasi sebesar 20,7%. Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas olahraga dengan keluhan konstipasi (p=0,003; r=-0,229), di mana mahasiswa dengan intensitas olahraga rendah memiliki proporsi konstipasi lebih tinggi. Intensitas olahraga berhubungan signifikan dengan keluhan konstipasi pada mahasiswa kedokteran. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi bersifat protektif terhadap konstipasi. Kata kunci: intensitas olahraga, konstipasi, mahasiswa kedokteran, IPAQ, Roma IV.