Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENTINGNYA ASUPAN GIZI OPTIMAL DI PERIODE 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN PADA KADER POSYANDU DI DESA CISEENG, BOGOR Sri Wuryanti; Himmi Marsiati; Sofa Inayatullah
Info Abdi Cendekia Vol 3 No 2: Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.689 KB) | DOI: 10.33476/iac.v3i2.43

Abstract

Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang serius., yaitu masalah kekurangan gizi, maupun kelebihan gizi. Malnutrisi pada periode 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) bersifat permanen dan berjangka panjang, serta berpengaruh terhadap berbagai aspek kualitas sumber daya manusia.. Kecukupan gizi pada periode ini sangat menentukan kesehatan pada masa dewasa. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi sejak dini untuk mencegah terjadinya defisiensi gizi pada 1000 HPK untuk meminimalkan terjadinya kasus penyakit kronik degeneratif pada masa dewasa. PKM Pusat YARA Universitas YARSI bekerjasama dengan petugas pemeritahan daerah Ciseeng-Bogor memberikan pendampingan dan pelatihan pada kader posyandu agar dapat menjadi kader yang terlatih dan dapat menjadi penggerak/motivator, serta mampu ikut memantau, mengenali, serta mengedukasi warganya yang berisiko tinggi mengalami masalah gizi (khususnya di periode 1000 HPK). Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dalam bentuk webinar yang diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dan diakhiri dengan post-test untuk menilai tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan peserta, sebesar 12,4%, dengan kepuasan peserta 89,3%.
Pendekatan Diagnosis Tuberkulosis Kutis Verukosa: Tinjauan Pustaka Ayuning Tasyqiya; Lusiana Lusiana; Sofa Inayatullah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9167

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and remains a global health problem, particularly in developing countries. One form of extrapulmonary TB is cutaneous tuberculosis, with the most common variant being tuberculosis verrucosa cutis (TBVC). Tuberculosis cutis verrucosa represents an exogenous reinfection in individuals who have been previously sensitized to the tubercle bacilli, and it typically presents as a chronic verrucous plaque that slowly evolves with centrifugal expansion. The diagnosis of TBVC is established through a multimodal approach, including history taking, physical examination, histopathological findings of tuberculoid granulomas, tuberculin skin test, interferon-gamma release assay (IGRA), polymerase chain reaction (PCR), and culture. Ziehl–Neelsen staining and culture often yield negative results due to the paucibacillary nature of the lesion; therefore, correlation between clinical features and supporting examinations remains essential for diagnostic confirmation. With a comprehensive clinical and diagnostic approach, the management of TBVC can be carried out more effectively.
Tinjauan Pustaka: Peran Tabir Surya dalam Mencegah Photoaging Tifani, Virginintan Nabila; Hapsari Triandriyani; Sofa Inayatullah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7265

Abstract

Extrinsic skin aging or photoaging occurs due to repeated and prolonged exposure to ultraviolet (UVA) and ultraviolet B (UVB). Photoaging prevention can be done, one of which is the use of sunscreen. This literature review aims to review the role of sunscreen in photoaging prevention using a variety of existing literature. Sunscreen plays an important role in preventing skin damage caused by sunlight, especially in preventing and repairing skin damage due to sun exposure (photoaging). The addition of antioxidants such as vitamin C, vitamin E, vitamin A, melatonin, polyphenols, Polypodium leucotomos (PLE) extract as well as enzymes such as photoliase and T4N5 has been shown to increase protection against UV, visible light, and infrared-A rays and help repair skin damage. The use of colored sunscreen is recommended for protection from visible light. In addition, education on how to use sunscreen properly, such as reapplying every two to three hours and selecting the appropriate SPF and PA, also plays a big role in maximizing the effectiveness of skin protection from photoaging.
Peran Vitamin D pada Psoriasis: Tinjauan Pustaka Az-zuhra Irmi Putri; Yenni Yenni; Sofa Inayatullah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7558

Abstract

Psoriasis is a chronic inflammatory skin disease characterized by keratinocyte hyperproliferation, inflammation, and neoangiogenesis, largely driven by dominant T helper 1 (Th1) and T helper 17 (Th17) immune responses. Psoriasis is associated with metabolic, psychological, cardiovascular, and arthritic comorbidities. Vitamin D plays an important role in the management of psoriasis. Calcitriol (1,25(OH)₂D₃), regulates keratinocyte proliferation, differentiation, and apoptosis. Vitamin D supports the formation of the cornified envelope as well as epidermal lipid and ceramide production, also acts synergistically with the epidermal calcium gradient to maintain barrier function. In addition to its epidermal effects, vitamin D exerts immunomodulatory actions by enhancing regulatory T cells and anti-inflammatory cytokines (interleukin (IL)-10, IL-4, transforming growth factor-beta (TGF-β)), while suppressing Th1/Th17 activity and production of pro-inflammatory cytokines (IL-2, IL-17, tumor necrosis factor-alpha (TNF-α)). These mechanisms highlight its potential role in psoriasis therapy. Topical vitamin D₃ analogues are effective for mild to moderate disease due to the high expression of vitamin D receptors in psoriatic keratinocytes. Oral supplementation has also been explored for its systemic immunomodulatory effects, although findings remain inconsistent.
Masalah Emos-Psikososial pada Remaja Putri di Jakarta Menggunakan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan Hubungannya dengan Gangguan Tidur Herawaty, Tuty; Sofa Inayatullah; Nur Asiah
Majalah Sainstekes Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER 2025 (PREVIEW)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v12i2.5813

Abstract

Remaja awal merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah psikososial dan gangguan tidur akibat perubahan biologis, emosional, dan sosial yang cepat. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara masalah psikososial berdasarkan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) dan gangguan tidur berdasarkan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC) pada remaja putri SMP di Jakarta. Studi potong lintang dilakukan pada 70 siswi kelas VII–IX di SMPN 77 Jakarta menggunakan instrument PSC-17 dan SDSC dalam bentuk self-report menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisis deskriptif dan inferensial digunakan untuk mengidentifikasi distribusi gejala serta hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan 17,14% responden memiliki skor PSC-17 bermasalah, sedangkan 22,86% memiliki skor SDSC tinggi. Gangguan Memulai dan Mempertahankan Tidur (Disturbance in Initiating and Maintaining Sleep = DIMS) merupakan prediktor signifikan terhadap skor total SDSC (p = 0,003). Korelasi menunjukkan bahwa remaja dengan kondisi psikososial normal tetap dapat mengalami gangguan tidur, sementara sebagian remaja dengan masalah psikososial memiliki pola tidur normal. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan intervensi berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan kualitas tidur remaja.