Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pelayanan publik menuju sistem yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Namun, rendahnya literasi digital aparatur dan masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam optimalisasi pelayanan publik berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pelayanan publik di era digital pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi, dan pendampingan teknis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital mampu meningkatkan pemahaman aparatur terhadap pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, khususnya dalam aspek transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan kesamaan hak. Digitalisasi pelayanan memberikan dampak positif berupa percepatan proses administrasi, pengurangan antrean layanan tatap muka, serta peningkatan keterbukaan informasi. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan infrastruktur dan variasi tingkat literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas digital dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif dan inklusif.
Copyrights © 2026