Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelayanan Publik Berbasis Digital di Kantor Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Nazirwan, Nazirwan; Anita, Devi; Kurniawan, Novian Anggi
Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69989/wpvrzy97

Abstract

The objective of this study is to assess the digital public services provided at the Santur Village Office, located in the Barangin District of Sawahlunto City. The implementation of electronic-based governance aims to enhance the efficiency, effectiveness, and interactivity of public services. e-Government essentially refers to the utilization of information technology to enhance communication and interaction between the government and other stakeholders such as residents, entrepreneurs, and other agencies. The provision of Digital-Based Public Services is inherently dependent on the internet network, and the presence of poor internet connections poses a significant hindrance to the smooth execution of these services. The employed research methodology is a descriptive qualitative approach. The group of informants comprised 23 individuals, including the Village Head, Village Secretary, Head of Services, Village Administration Officer, Hamlet Head, and Community members. The data source utilized is original data acquired firsthand from informants. Secondary data is derived from the data collected at the Santur Village Office, located in the Barangin District of Sawahlunto City. The research findings indicate that the Digital-Based Public Services provided by the Santur Village Office in the Barangin District of Sawahlunto City are suboptimal. This is primarily due to the disparity in the IT skills of the Village Apparatus personnel, as well as their limited proficiency in the IT sector. The implementation of online learning is influenced by factors such as the availability of internet connections, restricted ownership of internet-accessible mobile phones among village communities, and the stability of internet signals.
Pendampingan UMKM Kosmetik dengan Inovasi dan Adaptasi terhadap Tren Global melalui Platform Digital Sari, Meci Nilam; Septrizarty, Rika; Mulyadin, Asrul; Yuliana, Sartika; Angraini, Nadia; Maliha, Dabitha Wise; Anita, Devi
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v6i1.1733

Abstract

This community service initiative aims to analyze the role of mentoring for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the cosmetics sector, particularly in addressing global trends through digital platforms. With the rapid advancement of technology and globalization, cosmetic MSMEs must adapt to remain relevant and competitive. The mentoring provided to cosmetic MSME entrepreneurs includes training in the use of social media, digital marketing, and product innovation to meet the demands of the global market. The results of the community service activity indicate that digitalization has had a positive impact on the competitiveness of MSMEs, enhancing entrepreneurs’ understanding of the digital market, encouraging adaptation to global trends, and ultimately improving product quality and sales performance.
Manajemen Konflik Anita, Devi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v8i1.664

Abstract

Konflik berasal dari bahasa latin “configere” yang berarti saling mengalahkan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menentang atau menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau menjadikannya tidak berdaya. Konflik sering terjadi karena kesalahan dalam mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhan terhadap nilai-nilai sosial dan budaya terhadap lingkungan. Kegagalan berkomunikasi disebabkan adanya perbedaan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai yang diyakini sebagai pandangan hidup. Konflik dapat berakibat negatif maupun positif tergantung pada cara mengelola konflik tersebut. Konflik yang berakibat negatif misalnya menghambat komunikasi, hubungan yang tidak harmonis, tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaan dll. Sedangkan contoh konflik yang dapat dikelola dengan baik adanya perubahan yang lebih baik dari segi kebijakan, prosedur, mekanisme, program serta dapat menyesuaikan diri. Ada tiga metode dalam mengatasi konflik yaitu Metode Dominasi, Metode Kompromi dan Metode Penyelesaian Integrated. Manajemen konflik merupakan proses pengelolaan konflik yang perlu dilakukan dalam menangani konflik secara bijaksana, adil dan efisien sehingga konflik menghasilkan adanya perubahan yang positif. Pemecahan masalah bersama dengan saling pengertian secara bertanggung jawab merupakan teknik yang baik dalam pengendalian konflik untuk mencapai efektifitas suatu organisasi.
Pelayanan Publik Digital sebagai Instrumen Peningkatan Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah Yuliana, Sartika; Anita, Devi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5407

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam merespons tuntutan masyarakat akan pelayanan yang transparan, cepat, dan akuntabel. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pelayanan publik digital sebagai instrumen dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kepercayaan publik dipandang sebagai modal sosial yang krusial bagi keberlangsungan pemerintahan demokratis dan efektivitas kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research), melalui penelusuran literatur ilmiah, dokumen kebijakan, serta regulasi yang relevan, khususnya dalam konteks penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi pelayanan publik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui peningkatan transparansi prosedural, efisiensi waktu dan biaya, serta pengurangan peluang praktik maladministrasi dan korupsi. Selain itu, kualitas antarmuka layanan, integrasi sistem antarinstansi, dan keamanan data pribadi menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan digital dalam membangun digital trust. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan berupa kesenjangan digital, fragmentasi aplikasi, serta risiko kebocoran data masih berpotensi menghambat peningkatan kepercayaan publik. Oleh karena itu, pelayanan publik digital perlu dikembangkan secara terintegrasi, inklusif, dan aman, serta dibarengi dengan transformasi budaya birokrasi dan peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pelayanan publik digital tidak hanya berfungsi sebagai inovasi teknis, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk memperkuat legitimasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Program Sosialisasi Peningkatan Literasi Pelayanan Publik di Era Digital: pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Mutia, Fera; Anita, Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.933

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pelayanan publik menuju sistem yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Namun, rendahnya literasi digital aparatur dan masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam optimalisasi pelayanan publik berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pelayanan publik di era digital pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi, dan pendampingan teknis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital mampu meningkatkan pemahaman aparatur terhadap pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, khususnya dalam aspek transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan kesamaan hak. Digitalisasi pelayanan memberikan dampak positif berupa percepatan proses administrasi, pengurangan antrean layanan tatap muka, serta peningkatan keterbukaan informasi. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan infrastruktur dan variasi tingkat literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas digital dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif dan inklusif.