Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kronis multifaktorial yang dapat diperburuk oleh gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi dan kualitas tidur dengan tingkat keparahan psoriasis. Metode: Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (Februari–April 2025) terhadap 22 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat keparahan psoriasis diukur menggunakan skor PASI (Psoriasis Area and Severity Index), sedangkan kualitas tidur dinilai menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Hasil: Mayoritas pasien memiliki durasi tidur kurang (81,8%), kualitas tidur buruk (81,8%), dan mengalami psoriasis berat (54,5%). Analisis menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan hubungan signifikan antara durasi tidur (p=0,029) dan kualitas tidur (p=0,029) dengan tingkat keparahan psoriasis. Kesimpulan: Terdapat korelasi bermakna antara gangguan tidur (durasi dan kualitas) dengan peningkatan derajat keparahan psoriasis. Oleh karena itu, evaluasi tidur disarankan menjadi bagian dari manajemen holistik pasien psoriasis.
Copyrights © 2025