Metabolit sekunder yang ditemukan dalam kulit bawang merah digunakan dalam pengobatan tradisional dan memberikan sejumlah keuntungan. Kontrol kualitas yang ketat diperlukan untuk kulit bawang merah, dan termasuk mengevaluasi kualitas ekstrak kulit bawang merah untuk dijadikan obat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjamin efek farmakologis dari ekstrak herbal dan meningkatkan kualitas bahan baku, dan memenuhi kriteria standar ditetapkan sesuai persyaratan yang diperlukan untuk efektivitas, keamanan, kemurnian, dan kualitas. Metode pada penelitian ini menggunakan teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh akan ditentukan parameter standar untuk ekstrak, yang meliputi kriteria spesifik dan non-spesifik. Hasil ekstrasi diperoleh persen rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah sebesar 2%. Hasil uji parameter spesifik pada uji organoleptik ekstrak etanol dengan warna kecoklatan dan aroma bawang yang kuat. Hasil uji kelarutan ekstrak larut dalam pelarut air 12% dan organik 26% memenuhi standar dengan syarat lebih dari 6% telah memenuhi standar. Hasil skrining fitokimia ekstrak mengandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil uji parameter non-spesifik diperoleh susut pengeringan sebesar 1% memenuhi standar 11%, kadar air gravimetri sebesar 1% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 10%, dan kadar abu total sebesar 15% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 16,6%. Parameter non-spesifik kadar abu tidak larut asam sebesar 5% tidak memenuhi standar seharusnya tidak melebihi ≤ 0,7%.
Copyrights © 2025