Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dengan akses sanitasi terbatas. Kondisi ini mencerminkan kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama dan berhubungan erat dengan faktor lingkungan, seperti kualitas air, pengelolaan limbah, dan kebersihan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control. Sampel terdiri atas 72 responden, yaitu 36 anak stunting sebagai kelompok kasus dan 36 anak tidak stunting sebagai kelompok kontrol, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (?²) dengan tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sumber dan kualitas air dengan kejadian stunting (p = 0.004; OR = 4.90; 95% CI: 1.75–13.70) serta pengelolaan sampah rumah tangga (p = 0.002; OR = 0.43; 95% CI: 0.32–0.57). Sementara itu, variabel penggunaan jamban (p = 1.000), sarana pembuangan air limbah (p = 0.129), dan kepadatan hunian (p = 0.115) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kejadian stunting. Kesimpulan penelitian bahwa faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan adalah kualitas sumber air dan pengelolaan sampah rumah tangga.
Copyrights © 2026