Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Antenatal Care as a Risk Factor in Pregnant Women with Anemia in Batanghari Regency, Jambi Province Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Perdana, Silvia Mawarti; Kasyani
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 6 (2025): MARCH-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/e5q9x972

Abstract

The nutritional status of pregnant women significantly influences stunting in toddlers, as reflected by upper arm circumference measurements during the first trimester. Based on the Indonesian Nutritional Status Survey, stunting in Batanghari Regency decreased to 24% in 2021 but rose again to 26% in 2022, highlighting pregnancy as a critical period affecting future life quality. This quantitative study employed an analytical observational method with a cross-sectional design, conducted in the Community Health Center Work Area in Batanghari Regency, focusing on areas with the highest stunting prevalence. The research was carried out over eight months (March–November 2023) with a sample of 245 pregnant women in their second and third trimesters. Results showed that 40.4% of pregnant women experienced anemia. Statistically significant factors influencing anemia among pregnant women included family income, upper arm circumference, body mass index, TT injection services, blood pressure monitoring, provision of iron supplement tablets, and uterine fundal height measurements. It is recommended to enhance pregnant women's access to healthcare services to improve their awareness of anemia risks and support better nutritional and health outcomes, which in turn can reduce anemia prevalence.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan Kecamatan Geragai Fajrina Hidayati; Dyandra Valentya; Usi Lanita; Budi Aswin; Kasyani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.238

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dengan akses sanitasi terbatas. Kondisi ini mencerminkan kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama dan berhubungan erat dengan faktor lingkungan, seperti kualitas air, pengelolaan limbah, dan kebersihan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control. Sampel terdiri atas 72 responden, yaitu 36 anak stunting sebagai kelompok kasus dan 36 anak tidak stunting sebagai kelompok kontrol, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (?²) dengan tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sumber dan kualitas air dengan kejadian stunting (p = 0.004; OR = 4.90; 95% CI: 1.75–13.70) serta pengelolaan sampah rumah tangga (p = 0.002; OR = 0.43; 95% CI: 0.32–0.57). Sementara itu, variabel penggunaan jamban (p = 1.000), sarana pembuangan air limbah (p = 0.129), dan kepadatan hunian (p = 0.115) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kejadian stunting. Kesimpulan penelitian bahwa faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan adalah kualitas sumber air dan pengelolaan sampah rumah tangga.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Desa Teluk Rendah Pasar Kabupaten Tebo Bintang Agung Nugraha; Sri Astuti Siregar; Evy Wisudariani; Silvia Mawarti Perdana; Kasyani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.239

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dengan kondisi sosial ekonomi rendah dan akses layanan kesehatan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan desain case control study dengan jumlah sampel 58 responden yang terdiri atas 29 kasus (balita stunting) dan 29 kontrol (balita normal), dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan diolah menggunakan uji Chi-Square (?²) dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil (p=0.012), pendidikan ibu (p=0.001), pendapatan keluarga (p=0.000), riwayat anemia (p=0.004), pemberian ASI eksklusif (p=0.002), pengetahuan ibu (p=0.005), dan pola asuh (p=0.009) dengan kejadian stunting. Sementara itu, variabel pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0.178). Disimpulkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, sosial ekonomi, dan perilaku kesehatan ibu.