Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan kompleks seiring dengan dinamika sosial, budaya, dan arus globalisasi yang menuntut penguatan dimensi kemanusiaan selain aspek teologis. Pendekatan pembelajaran PAI yang masih dominan bersifat normatif dan kognitif dinilai belum sepenuhnya mampu menumbuhkan empati, toleransi, serta tanggung jawab sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pembelajaran PAI berbasis sosio-humaniora serta mengidentifikasi metode dan strategi pembelajaran yang relevan dalam mengembangkan dimensi sosial dan kemanusiaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan regulasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan sosio-humaniora memposisikan PAI sebagai proses pendidikan yang kontekstual, dialogis, dan humanistik melalui integrasi nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan keislaman. Pendekatan ini sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran dan agen transformasi sosial. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis sosio-humaniora berkontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan dimensi spiritual, tetapi juga responsif terhadap realitas sosial dan kemanusiaan.
Copyrights © 2025