Maraknya kasus penipuan online di Indonesia tidak lantas menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja di platform e-commerce. Meskipun risiko penipuan digital semakin meningkat, justru masih banyak konsumen yang melakukan pembelian impulsif atau impulse buying. Bahkan, riset menunjukkan bahwa mayoritas konsumen di Indonesia cenderung melakukan pembelian di luar daftar belanja mereka. Sehingga diperlukan kajian mendalam untuk memahami faktor pemicunya. Tingginya penggunaan media sosial, khususnya TikTok Shop di kabupaten Pasuruan menjadikan wilayah ini rentan terhadap promosi digital. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh influencer dan flash sale terhadap impulse buying dengan self control sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna TikTok Shop di Kabupaten Pasuruan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa influencer dan flash sale berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Selain itu, self control terbukti memoderasi hubungan antara flash sale dengan impulse buying, namun tidak memoderasi hubungan antara influencer dengan impulse buying. Simpulan penelitian ini adalah strategi promosi digital melalui influencer dan flash sale mampu meningkatkan terjadinya impulse buying pada pengguna TikTok Shop di Kabupaten Pasuruan, namun tingkat self control individu tetap menjadi faktor penting dalam menekan dorongan belanja impulsif, khususnya pada promosi berbasis flash sale. Kata kunci: Influencer, Flash sale, Impulse buying, Self control.
Copyrights © 2025