Gangguan kesehatan mental pasca persalinan pada ibu, yang dipicu oleh tekanan ekonomi, sosial, dan kurangnya dukungan, berdampak negatif pada pola asuh dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), sehingga berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak. Di Desa Sanca, Kabupaten Subang menunjukkan rendahnya pemahaman ibu mengenai praktik pemberian makan yang tepat dan pentingnya kesehatan mental dalam pengasuhan. Tujuan program “Mengenali Diri, Mengembangkan Diri: Gizi dan Kesehatan Mental Sejak Dini” adalah memperkuat kapasitas orang tua melalui edukasi gizi dan kesehatan mental untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang digunakan melibatkan partisipasi aktif peserta, diskusi, dan demonstrasi dengan menggunakan media power point dan poster. Evaluasi dilakukan dengan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, di mana rata-rata post-test mencapai 9 dari 10 jawaban benar, dan peserta menunjukkan kemampuan menjelaskan prinsip dasar dan menu MPASI sesuai usia serta terlibat aktif dalam sesi demo masak. Program ini efektif dalam meningkatkan wawasan, keterampilan dasar pengolahan MPASI, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, yang didukung oleh pendekatan edukasi partisipatif dan kolaborasi tenaga kesehatan lokal.
Copyrights © 2025