Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode Sariswara dalam pembelajaran Bahasa Jawa pada kelas inklusi di SMPN 1 Sleman serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pemahaman siswa mengenai lagu dolanan dan dinamika interaksi sosial di kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Implementasi metode Sariswara mencakup pemilihan materi, pemberian pemahaman lirik dan makna, integrasi gerak ritmis, pelatihan bersama, serta kegiatan evaluasi dan refleksi. Lagu dolanan dimanfaatkan sebagai media internalisasi nilai budaya dan pembentukan karakter. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode Sariswara mampu mengakomodasi keragaman kemampuan antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus, khususnya penyandang disabilitas rungu-wicara yang terbantu melalui dukungan visual, pola gerak kinestetik, dan tutor sebaya. Hasil angket mencatat bahwa 89.5% siswa memahami materi dengan baik, 78.9% menyelesaikan tugas tepat waktu, dan seluruh siswa menunjukkan kemampuan bekerja sama tanpa diskriminasi. Dengan capaian keseluruhan 80.65%, metode Sariswara dipandang sesuai untuk pembelajaran inklusif dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan budaya lokal yang fleksibel, multimodal, dan adaptif dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Jawa.
Copyrights © 2025