Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa anak sebagai jejak psikologis dalam lingkungan keluarga melalui perspektif psikolinguistik forensik. Penelitian berangkat dari fenomena perbedaan respons kebahasaan dua anak perempuan dalam merespons tuturan orang tua pada konteks domestik yang sama. Anak sulung cenderung merespons dengan nada tinggi dan ekspresi kemarahan, sedangkan anak bungsu menunjukkan respons yang lebih lembut, afektif, serta sering disertai tangisan atau perajukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus keluarga. Data diperoleh melalui observasi alami dan pencatatan tuturan anak dalam interaksi sehari-hari dengan orang tua. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pilihan leksikal, struktur sintaksis, intonasi, serta muatan emosional dalam tuturan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahasa anak merefleksikan strategi regulasi emosi yang berbeda dan berkaitan dengan posisi psikologis anak dalam relasi keluarga. Bahasa anak dapat dipahami sebagai jejak psikologis yang memberikan informasi penting mengenai kondisi emosional dan dinamika relasi dalam keluarga.
Copyrights © 2026