Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pemanfaatan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai wisata edukasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data ialah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi yang digunakan dalam menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan Museum Sulawesi Tenggara sebagai wahan edukasi. Strategi tersebut ialah: (1) sosialisasi; sosialisasi langsung (kunjungan) dan sosialisasi tidak langsung (sosial media), (2) program museum keliling/pameran yang dilaksanakan hingga ke kabupaten-kabupaten, (3) lokakarya yang melibatkan berbagai stakeholder (akademisi, budayawan, tokoh masyarakat), (4) berbagai bentuk lomba yang terbuka bagi masyarakat, dan (5) pengadaan bioskop bagi pengunjung untuk mengenal berbagai koleksi melalui film. Melalui strategi ini pihak museum telah berhasil menarik jumlah pengunjung yang setiap tahunnya semakin tinggi. Periode Tahun 2024 mencapai 20.000 pengunjung yang merupakan tertinggi dalam sejarah kunjungan ke museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara. Jumlah tersebut didominasi oleh peserta didik dari berbagai tingkatan dan mahasiswa.
Copyrights © 2025