Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berbicara siswa kelas III A SD Negeri 1 Srandakan melalui pemanfaatan media gambar berbasis kearifan lokal. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan profil kemampuan yang beragam: 6 siswa (25%) berkategori baik, 10 siswa (41,7%) cukup, dan 8 siswa (33,3%) kurang. Kendala utama meliputi keterbatasan kosakata dan kepercayaan diri saat tampil di depan kelas. Implementasi media visual lokal yang didukung strategi kerja kelompok serta kolaborasi orang tua terbukti mampu menstimulasi antusiasme dan keberanian siswa bercerita. Meskipun demikian, siswa pada kategori kurang masih menunjukkan ketergantungan pada arahan guru. Disimpulkan bahwa media berbasis kearifan lokal efektif sebagai sarana penguat identitas budaya sekaligus pemicu interaksi verbal, namun memerlukan pendampingan intensif bagi siswa dengan hambatan belajar spesifik.
Copyrights © 2025