Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi upacara Turun Mandi pada masyarakat Desa Siulak Gedang Kabupaten Kerinci serta mengidentifikasi tantangan pelestariannya di tengah pengaruh modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 7 informan yang terdiri dari tokoh adat, masyarakat, dan perangkat desa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi upacara Turun Mandi mengandung enam nilai kearifan lokal: nilai menghormati, keselarasan, keseimbangan, interaksi, pelestarian lingkungan, dan keindahan. Tantangan pelestarian meliputi menurunnya pemahaman masyarakat, pengaruh modernisasi, dan minimnya dokumentasi budaya.
Copyrights © 2025