Baterai Lead-Acid merupakan pilihan umum di berbagai sektor karena biayanya yang ekonomis dan kemampuannya untuk menyediakan arus tinggi, meskipun memiliki kelemahan berupa kerentanan terhadap kerusakan akibat pengisian daya yang berlebihan (Overcharging) atau pengosongan daya yang terlalu rendah (Overdischarging). Sistem yang dikembangkan pada. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen baterai Lead-Acid dengan pendekatan estimasi State of Charge (SOC) menggunakan metode Coulomb Counting. Metode ini bekerja dengan mengakumulasi arus yang masuk dan keluar dari baterai seiring waktu. Sistem ini juga dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang dikembangkan pada penelitian ini mampu memantau parameter penting seperti arus, tegangan, dan suhu baterai. Berdasarkan hasil pengujian, sistem berhasil menjalankan fungsi proteksi dengan baik, yaitu menghentikan proses pengisian saat tegangan melebihi 14,5 V, memutus proses pengosongan saat tegangan turun di bawah 11,5 V, serta menghentikan operasi saat suhu baterai melebihi 40°C. Selain fungsi proteksi, sistem ini juga dilengkapi dengan algoritma estimasi SoC menggunakan metode Coulomb Counting. Hasil estimasi SoC dari sistem ini menunjukkan tingkat akurasi sebesar 95% setelah dibandingkan dengan alat Coulomb Meter sebagai referensi, dengan rata-rata error kurang dari 5%. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya mampu meningkatkan perlindungan dan memperpanjang umur baterai, tetapi juga memberikan solusi pemantauan baterai yang andal dan aplikatif, baik untuk kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, maupun perangkat cadangan daya di Indonesia.
Copyrights © 2025