Kemampuan literasi dan numerasi dasar merupakan fondasi penting dalam membangun kecakapan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pembentukan karakter peserta didik. Namun, hasil asesmen nasional dan temuan lapangan menunjukkan bahwa capaian literasi–numerasi siswa sekolah dasar di Kabupaten Bima masih tergolong rendah, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas Fasilitator Daerah (Fasda) dalam mengimplementasikan pembelajaran literasi–numerasi dasar berbasis karakter dan inklusi sosial melalui Program GEMAR Literasi Kabupaten Bima. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan capacity building dengan tiga tahapan utama, yaitu pelatihan konseptual dan praktis, pendampingan dan refleksi lapangan di sekolah mitra, serta lokakarya berbagi praktik baik. Kegiatan ini melibatkan 14 Fasda dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Bima. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest, observasi, dan wawancara reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi Fasda pada aspek literasi–numerasi dasar, fasilitasi pembelajaran berbasis karakter, dan penerapan prinsip inklusi sosial. Selain itu, Fasda mampu mengembangkan praktik literasi kontekstual yang mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Bima. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas Fasda berbasis karakter dan inklusi sosial efektif dalam membangun ekosistem literasi–numerasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026