Abstrak – Artikel ini membahas secara kritis eksistensi Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) di tengah dinamika pendidikan tinggi Islam kontemporer. Transformasi IAIN menjadi UIN, perkembangan ilmu konseling modern, serta perubahan sosial masyarakat menimbulkan tantangan baru bagi kejelasan identitas keilmuan BPI. Artikel ini menegaskan bahwa eksistensi BPI bukan sekadar persoalan nomenklatur, tetapi terkait legitimasi akademik, relevansi sosial, dan posisi strategis dalam kebijakan pendidikan tinggi. Melalui kajian pustaka dan analisis kritis-reflektif, artikel ini mengusulkan empat agenda strategis: meneguhkan epistemologi dakwah profetik, mereformulasi kurikulum integratif dan kontekstual, memperkuat kompetensi lulusan yang profetik, dan melakukan reposisi kelembagaan. Dilengkapi data terbaru akreditasi nasional dan internasional BPI FDIKOM UIN Jakarta, artikel ini menunjukkan bahwa Prodi BPI memiliki peluang besar untuk tetap eksis sebagai ilmu dakwah yang transformatif, kontekstual, dan relevan di era Revolusi Industri 5.0. Abstract – This article critically discusses the existence of the Islamic Guidance and Counseling Study Program (BPI) amid the dynamics of contemporary Islamic higher education. The transformation of IAIN into UIN, the rise of modern counseling sciences, and shifting social realities have created new challenges for BPI’s academic identity and relevance. The article asserts that BPI’s existence is not merely a matter of nomenclature but relates to academic legitimacy, social relevance, and its strategic position within higher education policy. Using a literature review and critical-reflective analysis, this paper proposes four strategic agendas: affirming a prophetic dakwah epistemology, reformulating an integrative and contextual curriculum, strengthening prophetic graduate competencies, and repositioning institutional roles. With the addition of recent data on BPI FDIKOM UIN Jakarta’s national and international accreditations, the article argues that BPI has great potential to remain relevant and transformative in the era of the Fifth Industrial Revolution.
Copyrights © 2025