Degradasi ekosistem akan menimbulkan permasalahan serius terutama bagi kesehatan masyarakat. Salah satu masalah kesehatan masyarakat adalah penyakit tular vektor (vector borne disease). Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit tular vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan telur nyamuk Aedes spp. di Samarinda, Kalimantan Timur, berdasarkan indeks ovitrap dan hubungannya dengan iklim mikro (suhu dan kelembapan). Survei ini mengamati 150 rumah pada tiga kelurahan di Samarinda. Setiap rumah diberikan dua ovitrap, outdoor dan indoor. Jumlah ovitrap yang diberikan sebanyak 300/minggu. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali dengan interval waktu survei dua minggu. Indeks ovitrap pada tiap kelurahan yaitu 31.62% di Pelita, 28.25% di Sidodadi, dan 27.8% di Sempaja Utara. Hasil indeks ovitrap termasuk tingkat 3 di tiap kelurahan. Hubungan antara iklim mikro (suhu dan kelembapan) dengan ovitrap positif berkorelasi positif di kelurahan Pelita dan Sempaja Utara (p-value < 0.05), tetapi tidak berkorelasi di kelurahan Sidodadi (p-value > 0.05).
Copyrights © 2025