Ridi Arif
Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021 Maria Natasya; Ridi Arif; Risa Tiuria; Didit Triatmojo; Aurilia Hemas Adytia Wardaningrum
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.215-222

Abstract

Anjing dan kucing merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Infeksi parasit cacing merupakan masalah yang umum pada hewan peliharaan namun data tentang prevalensi kejadian kecacingan di Indonesia masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kecacingan pada anjing dan kucing serta tindakan preventif untuk mencegah infeksi parasit cacing. Pengambilan data dilakukan dengan merekap rekam medik yang ada di klinik Smilevet Kelapa Gading pada Januari 2020 – Januari 2021. Seluruh data rekam medik di klinik Smilevet Kelapa Gading periode Januari 2020 – Januari 2021 berjumlah 2.259 yang terdiri atas 976 pasien anjing dan 1.283 pasien kucing. Total kasus kecacingan pada anjing dan kucing berjumlah 18 kasus. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Prevalensi kecacingan pada anjing dan kucing di klinik Smilevet Kelapa Gading pada Januari 2020 – Januari 2021 kurang dari 1%. Spesies cacing yang teridentifikasi pada pasien kucing adalah Toxocara cati. Faktor risiko kejadian kecacingan pada anjing dan kucing dipengaruhi oleh jenis kelamin, breed, dan umur. Antelmintika yang banyak digunakan memiliki zat aktif febantel, praziquantel, dan pirantel embonate. Pemberian antelmintika secara rutin menjadi tindakan preventif untuk mencegah kejadian kecacingan pada anjing dan kucing Kata kunci: anjing, antelmintik, helmithiasis, kucing, faktor risiko
Prevalensi Kecacingan pada Usus Ayam Kampung di Pasar Tradisional Jakarta dan Kota Bogor Suryaningtyas Kusumadewi; Risa Tiuria; Ridi Arif
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.392 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.1.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur prevalensi kecacingan di usus ayam kampung yang ada di pasar tradisional Jakarta dan Kota Bogor. Usus ayam kampung diambil dari 5 pasar yang ada di Jakarta (Bendungan Hilir, Palmerah, Pasar Minggu, Pluit, dan Jatinegara) dan di 4 pasar yang ada di Kota Bogor (Anyar, Bogor, Jambu Dua, Gunung Batu). Sampel yang diambil sebanyak 5 sampel di setiap pasar dengan total 45 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 28 dari 45 sampel usus ayam kampung (Gallus domesticus) yang diperiksa di pasar tradisional Jakarta dan Bogor positif mengalami kecacingan. Hasil prevalensi menunjukkan pasar Jakarta sebesar 56% dan pasar Bogor sebesar 70%. Prevalensi berdasarkan jenis-jenis cacing di Pasar Jakarta adalah; Railletina echinobothrida (52%), Heterakis gallinnarum (32%), Railletina tetragona (24%), Hymenolepis carioca (16%), Ascaridia galli (16%), dan Hymenolepis cantaniana (4%). Prevalensi berdasarkan jenis-jenis cacing yang ditemukan di Pasar Bogor adalah Railletina echinobothrida (70%), Railletina tetragona (55%), Heterakis gallinarum (10%), Hymenolepis carioca (30%), Hymenolepis cantaniana (20%), dan Railletina cesticillus (20%).
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Hookworm Zoonotik Pasca Pemberian Anthelmintik pada Anjing Ardilasunu Wicaksono; Yusuf Ridwan; Ridi Arif
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 7 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.478 KB) | DOI: 10.29244/avi.7.2.26-32

Abstract

Infeksi hookworm pada anjing menjadi masalah penting baik ditinjau dari sisi kesehatan hewan maupun sisi kesehatan masyarakat karena seluruh spesies hookworm pada anjing memiliki potensi zoonosis. Infeksi hookworm merupakan kejadian endemis di wilayah Asia Tenggara dan prevalensi kejadiannya di Provinsi Jawa Barat mencapai 92.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi infeksi hookworm pasca pemberian anthelmentik pada anjing dan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang memengaruhi kejadiannya. Prevalensi diukur setelah 3 bulan dilakukannya pengobatan kecacingan massal pada anjing di wilayah Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini merupakan kajian lintas seksional dengan mengambil 100 sampel feses anjing untuk mengamati keberadaan telur hookworm menggunakan metode flotasi sederhana dan melakukan wawancara kepada pemilik anjing untuk menhidentifikasi faktor risiko. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan analitis menggunakan Uji Chi Square dan menghitung odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi hookworm setelah pemberian anthelmentik masih sebesar 21.0% (SK 95%: 14.2– 30.0%). Infeksi pada anjing muda (12%) lebih tinggi dari anjing dewasa (9.0%), anjing berburu (14.0%) lebih tinggi dari anjing penjaga (7.0%), area pegunungan (17.0%) lebih tinggi dari pesisir pantai (4.0%), dan kontak dengan anjing liar (20.4%) lebih tinggi dari tidak ada kontak (2.0%). Faktor yang signifikan memengaruhi kejadian infeksi hookworm adalah topografi wilayah pemeliharaan (X2=4.448, p=0.035) yang mana anjing yang dipelihara di area pegunungan memiliki kemungkinan terinfeksi 3.381 (SK 95% : 1.043–10.960) kali dibandingkan area pesisir pantai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan anthelmentik masih belum dapat memberantas infeksi hookworm dikarenakan beberapa faktor dan faktor risiko yang paling berpengaruh adalah topografi lingkungan pemeliharaan anjing.
Meta-Analisis: Kuantifikasi Efektivitas Antelmintik Herbal pada Pengujian In Vivo Dhea Ardhina Krisdamaiyanti; Elok Budi Retnani; Ridi Arif
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.1.96-102

Abstract

Pemberian terapi obat pada ternak seringkali diberikan secara kurang tepat. Salah satunya adalah kebiasaan dalam pemberian antelmintik yang diberikan terlalu sering, tidak tepat dosis, dan menggunakan satu jenis antelmintik sintetik yang sama dalam jangka waktu yang panjang. Kebiasaan tersebut memunculkan permasalahan baru yaitu mempercepat terjadinya resistansi. Permasalahan ini telah dihadapi secara global sehingga dilakukan banyak penelitian untuk mencari solusi alternatif dalam mencegah terjadinya resistansi. Pemanfaatan tanaman herbal dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan antelmintik sintetik. Melalui metode meta-analisis, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan dari dua jenis antelmintik ini. Metode diawali dengan pengumpulan data studi primer menggunakan database yang terdapat di ScienceDirect, Pubmed, ReasearchGate, Academia.edu, dan CABI pada rentang tahun 2007-2020. Data diseleksi dan dianalisis dengan melihat effect size sebagai indikator perbandingan efektivitas antelmintik sintetik dan antelmintik herbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antelmintik sintetik lebih efektif dengan effect size -2,90 ± 0,27, sedangkan antelmintik herbal -1,72 ± 0,28. Hal ini dikarenakan senyawa aktif dalam ekstrak herbal memiliki nilai afinitas ikatan yang lebih rendah. Senyawa herbal terbukti efektif sebagai antelmintika namun efeknya tidak sekuat antelmintika sintetik. Faktor metode ekstraksi bahan herbal dan interaksi senyawa herbal dalam campuran tanaman yang berbeda diduga menjadi faktor yang membuat efek kerja bahan herbal tidak sekuat antelmintika sintetik.
Peningkatan Peran Dewan Kemakmuran Masjid sebagai Fungsi Edukasi dalam Pelaksanaan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19 Ridi Arif; Ardilasunu Wicaksono Wicaksono; Andriyanto Andriyanto; Dede Sholeh
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.7.1.67-75

Abstract

Situasi pelaksanaan ibadah kurban pada tahun 1441 H atau 2020 M ini berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Kejadian pandemi terjadi sejak awal tahun 2020 dan belum berakhir hingga dilaksanakannya ibadah kurban pada tanggal 31 Juli 2020. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan kurban di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan masyarakat dalam pelaksanaan kurban di tengah pandemi dan membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat melalui media online. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei secara online selama 1 minggu sebelum pelaksanaan Kurban untuk mendapatkan data baseline kesiapan masyarakat. Survei ini didisain sekaligus sebagai kuis evaluasi diri dalam pelaksanaan kurban. Selanjutnya, disediakan link materi dan buku saku kurban yang disediakan secara gratis yang dihosting di web resmi Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Hasil survei menunjukkan bahwa responden berjumlah 40 orang dari beragam daerah di seluruh Indonesia. Secara total didapatkan poin rata-rata 7.05 yang menunjukkan bahwa masyarakat masih kurang siap dalam pelaksanaan kurban di tengah pandemi. Akan tetapi, terlihat poin rata-rata yang berbeda nyata ketika dilihat dari kelompok respondennya. Responden masyarakat umum didapatkan poin 6.4±1.55 (kurang siap) sedangkan kelompok petugas pemeriksa hewan kurban dan panitia penyelenggara/DKM secara berurutan mendapatkan poin 8.00±1.83 dan 8.25±1.28 yang berarti telah siap. Secara signifikan terlihat bahwa masyarakat umum masih membutuhkan edukasi terkait protokol penyelenggaraan kurban di tengah pandemi. Untuk membantu memberikan solusi, pada form survei telah disertakan link materi dan buku saku kurban yang dapat diakses secara gratis dengan harapan dapat membantu meningkatkan kesiapan masyarakat umum dalam pelaksanaan kurban di tengah pandemi.
Sonometri fetus kambing kacang usia 7 minggu hasil superovulasi menggunakan hormon PMSG Ridi Arif; . Andriyanto; Arief Boediono; Adi Winarto; Fadjar Satrija; Wasmen Manalu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.416 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.13-14

Abstract

Teknologi superovulasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sekresi endogen hormon kebuntingan. Salah satu manfaat dari peningkatan sekresi endogen hormon kebuntingan adalah perbaikan perkembangan lingkungan uterus selama kebuntingan. Kambing Kacang betina sebanyak 8 ekor dan telah dewasa kelamin dengan bobot rataan 22 kg dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol (tidak disuperovulasi) dan kelompok superovulasi menggunakan hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) dengan dosis 15 IU/kgBB. Kambing Kacang percobaan diserentakkan berahinya menggunakan PGF2α sebanyak 2 kali dengan selang 11 hari. Penyuntikan PMSG dilakukan bersamaan dengan penyuntikan PGF2α kedua pada kelompok superovulasi. Setelah berahi, semua kambing dikawinkan secara alami dengan pejantan pilihan. Fetus kemudian diukur secara ultrasonografi (USG) pada usia kebuntingan 7 minggu. Hasil pengukuran menunjukkan kelompok Kambing Kacang hasil superovulasi memiliki ukuran fetus yang lebih panjang daripada kelompok kontrol (P<0.05). Ukuran diameter amnion terpanjang dan terpendek serta tebal dinding uterus terlihat cenderung meningkat pada kelompok superovulasi dibandingkan dengan kelompok kontrol (P>0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah superovulasi pada induk Kambing Kacang mampu meningkatkan pertumbuhan fetus sampai dengan usia kebuntingan 7 minggu.
Use of the MLX 90164 sensor and the ThingSpeak platform for internet of things-based animal body temperature check Ridi Arif; Okta Irviana Muminin; Nenis Rahma Wulandari; Koekoeh Santoso; Dhani S. Wibawa
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.35-36

Abstract

Sensor MLX 90614 adalah sensor IR yang digunakan untuk mengukur suhu tanpa kontak. Sensor ini dapat mengukur suhu objek dan suhu lingkungan pada kisaran -40 oC – 125 oC. Sensor ini banyak digunakan di berbagai bidang seperti pengukuran suhu ruangan, suhu mesin, suhu lingkungan, dan suhu tubuh. Sensor MLX 90614 belum sepenuhnya dapat digunakan secara langsung untuk melakukan pengukuran suhu karena default program yang sederhana sehingga hasil pengukuran tidak akurat. Oleh karena itu diperlukan optimasi untuk meningkatkan nilai presisi pendugaan suhu internal tubuh menggunakan sensor ini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 6 ekor domba percobaan. Pemeriksaan suhu dilakukan melalui termometer kontak dan dibandingkan dengan pemeriksaan non-kontak oleh sensor MLX 90614. Hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata termometer kontak adalah 39,28±0,09 oC sedangkan hasil sensor MLX adalah 35,78±1,38 oC. Perbedaan suhu rata-rata adalah 3,5±1,48 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koreksi perbedaan suhu perlu dimasukkan dalam kode skrip saat menjalankan sensor MLX 90614. Hasil pemeriksaan suhu oleh sensor dapat langsung dikirim secara real time ke platform ThingSpeak sehingga hasilnya dapat disimpan dan diakses di berbagai tempat dengan mudah. Penggunaan sensor MLX 90614 yang dipadukan dengan konsep IoT menggunakan ThingSpeak dapat mempermudah proses pemeriksaan suhu tubuh non-kontak, serta membuat data dapat diakses dan disimpan dengan mudah.
Analisis Kecukupan Nafkah Kelompok Ternak Bina Insani, Dusun Cidogdog, Desa Wanasari, Kabupaten Subang Azzah Hanifah; Ridi Arif
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.562 KB)

Abstract

The livelihood of the people of Cidogdog Hamlet, Wanasari Village is derived from animal husbandry from agriculture. However, raising livestock is a side job of the community because farmers have small-scale characteristics. Everyday farmers breed more rice fields than take care of cows. This is because, livestock are considered to be long-term savings not as the main source of income. This study aims to determine the factors of financial constraints and livestock livelihood adequacy strategies. This research was conducted using qualitative methods. The results showed that the limited capital affected the fulfillment of the livelihoods of farmers in the Farmer Farmers' Group. Key words: adequecy, farmers breed, financial
Pendeteksian secara Otomatis Telur Cacing Haemonchus contortus menggunakan Algoritma YOLOv3 Ridi Arif; Elok Budi Retnani; Fadjar Satrija; Rizky Diyu Purnama
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.71945

Abstract

Infeksi Haemonchus contortus atau haemonchosis umumnya terjadi pada ruminansia kecil seperti domba. Haemonchus contortus adalah spesies yang paling patogenik pada ruminansia kecil dan berhabitat di abomasum. Hewan yang terinfeksi Haemonchus contortus  secara berangsur-angsur akan mengalami anemia karena aktivitas cacing yang menghisap darah. Selain menimbulkan anemia, domba akan mengalami penurunan bobot badan akibat penurunan daya cerna. Infeksi tersebut dapat berjalan secara akut maupun kronis dan dalam kondisi tertentu dapat juga mengakibatkan kematian pada hewan. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat yang efektif dan efisien untuk mengindentifikasi keberadaan telur cacing Haemonchus contortus sebagai alat deteksi cepat telur cacing. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perangkat cerdas berbasis Algoritma YOLOv3 yang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi telur cacing Haemonchus contortus secara cepat.  Penelitian ini menggunakan Algoritma You Only Look Once (YOLO) versi 3 yang merupakan algoritma yang dikembangkan untuk membantu mendeteksi objek secara realtime. Algoritma YOLO dijalankan dalam framework aplikasi anaconda dengan menggunakan pycharm dan aplikasi OPENCV. Identifikasi telur Haemonchus contortus secara otomatis berhasil dilakukan dengan proses tagging pada dataset dan membuat file weight training bagi YOLO. Hasil uji coba menggunakan mikroskop cahaya dan smartphone menunjukan bahwa bahwa Algoritma YOLO mampu mengidentifikasi telur Haemonchus contortus dengan nilai confidence lebih dari 90%. Penggunaan perangkat Dino-Lite yang terhubung pada mikroskop cahaya menunjukan algoritma YOLO tidak dapat berjalan karena adanya enkripsi pada perangkat tersebut. Otomatisasi pendeteksian telur Haemonchus contortus dapat dilakukan dengan memanfaatkan Algoritma YOLOv3 yang dibantu dengan hardware berupa laptop dan smartphone android serta memiliki kemampuan identifikasi dengan tingkat akurasi yang tinggi. 
PEMETAAN POLA SUHU PERMUKAAN TUBUH KUDA MENGGUNAKAN KAMERA TERMAL INFRAMERAH Koekoeh Santoso; Rivangga Yuda Hendika; Mokhamad Fakhrul Ulum; Amrozi .; Ridi Arif; Agik Suprayogi; Kudang Boro Seminar
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.66859

Abstract

Infrared thermal camera is an alternative and non-invasive method used to identify various physiological and pathological process related to body surface temperature changes.  The aim of this research was to study the body surface temperature pattern based on the observed regios. Three horses were randomly selected as animal experiments. Thermal image data was collected at 17.00 – 19.00 WIB for five days. Images were retrieved from seven regios: head, thorax, abdomen, and four lower legs. The result of horse A’s surface temperature in five days on head, thorax, abdomen, front left leg, front right leg, rear left leg, and rear right leg regios were 33.42, 33.49, 33.56, 31.30, 31.48, 31. 33.14, 31.34 °C, respectively. The resulf of horse B’s surface tempereture were 33.55, 33.65, 33.64, 31.45, 31.35, 31.53, 31.48 °C, respectively. The resulf of horse C’s surface tempereture were 33.45, 33.55, 33.60, 31.37, 31.45, 31.34, 31.42 °C, respectively. The result showed that difference on horse A’s rear left leg (p<0.05) because of inflamation. Inflamation recovery process on horse A occured on the fifth day, indicated by a drop in temperature and a change in colors on thermal image. Color noises on some images were color difference between objects and poor color saturation. Color noises on thermal images did not affect the results of temperature interpretation. 
Co-Authors Abdillah, Tsania Royani Abdul Zahid Adi Winarto Adi Winarto Afiff , Usamah Agik Suprayogi Agun, Yustika Trisiana Agus Wijaya Alifiana Fitrianingrum Amrozi Andriyanto Andriyanto . Andriyanto Andriyanto Anum, Tasya Ardilasunu Wicaksono Arief Boediono Aulia Andi Mustika Aurilia Hemas Adytia Wardaningrum Az, Syadza Zahratun Nufus Azzah Hanifah Bondan Achmadi Budi Santosa Budi Santosa Christina Clarice Leksono Damayanti, Trianita Dede Sholeh Denny Widya Hikman Dhani S. Wibawa Dhea Ardhina Krisdamaiyanti Diah Nugrahani Pristihadi Didit Triatmojo Dina Nurzuliana Dita Pratama Putri Edi Sukmawinata Edwin Ligia Sastra Elok Budi Retnani Elpita Tarigan Erlangga, Wishnu Kusumo Agung Erli Chandra Fadjar Satrija Fayola, Tabina Triadinda Fitri, Raudhatul Ganjar Maulana Nugraha Ganjar Maulana Nugraha Habib, Afifah Arini Hamdika Yendri Hamida, Wanda Hasanah, Malikhatul HERA MAHESHWARI Hidayah, Safina Octavia Inarsih, Dwi Islami, Nurfara Juara, Fanggy Malindo Kedaton, Feni Gemala koekoeh santoso Kudang Boro Seminar Kusmiati, Sri Leliana Widi Leo Sapelani Soinbala Lina Noviyanti Sutardi Maria Natasya Maulana, Muhammad Firlan Mifthadillah, Sekar Ayu Mohammad Alfinanda Santriagung Mohammad Miftahurrohman Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Darjat Darulfalah Nastiti Kusomorini Nastiti Kusomorini Natalie, Gabriella Nenis Rahma Wulandari Ni Made Ria Isriyanthi Nugraha, Arifin Budiman Nursofyani, Aziizah Nurzuliana, Dina Okta Irviana Muminin Olivia Hafizah Fitri Putra, Eliyus Qodari, Sahrul Ramadhan, Charlotte Fatima Haque Reflianti, Reza Mahdiah Rindy Fazni Nengsih Risa Tiuria Risna Anggraeni Rivangga Yuda Hendika Riyani, Adelweiss Putri Rizal Akbari Rizky Diyu Purnama Ronald Tarigan Rotinsulu, Dordia Anindita Roza Rustandi, Agniyya Muhshi Samara, Farhan Habibie Santriagung, Mochamad Alfinanda Sapto Nugroho Sari, Asih Wulan sri murtini . Subangkit, Mawar Suryaningtyas Kusumadewi Susi Soviana Ulfatin Khoiriyah Herowati Umi Cahyaningsih Upik Kesumawati Hadi Wasmen Manalu Wibowo, Bagas Dwi Suryo Widiatmoko, Agus Yayuk Sri Rahayu Yulia Yellita Yusa Irarang Yusuf Ridwan Zainal Abidin