Rendahnya keterampilan berbicara siswa, khususnya dalam menyampaikan pendapat dan argumen, menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan metode pembelajaran yang variatif dan berorientasi pada keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pembelajaran brainstorming dan storytelling serta membandingkan perbedaan efektivitas kedua metode tersebut terhadap keterampilan berbicara siswa kelas VIII SMPN 13 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menggunakan uji t menunjukkan bahwa metode pembelajaran brainstorming dan storytelling sama-sama efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan adanya perbedaan efektivitas, dengan rata-rata peningkatan pada metode brainstorming sebesar 28,90% dan metode storytelling sebesar 17,35%. Uji perbandingan efektivitas menunjukkan bahwa metode pembelajaran brainstorming lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Copyrights © 2025