Bagi banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo, menjaga kelangsungan bisnis sering kali terkendala oleh belum optimalnya tata kelola finansial. Studi ini menelaah bagaimana penerapan praktik akuntansi berperan dalam proses pengambilan keputusan finansial oleh pelaku usaha lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengamati dua unit usaha yang menerapkan metode pencatatan berbeda, yakni pencatatan berbasis digital sederhana (Microsoft Excel) dan pencatatan manual konvensional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta observasi langsung terhadap rutinitas pembukuan harian. Hasil lapangan menunjukkan kesenjangan yang signifikan; pelaku usaha yang memanfaatkan sistem digital mampu memantau fluktuasi kas dan margin keuntungan secara lebih akurat, sehingga keputusan terkait penetapan harga dan pembelian stok didasarkan pada data objektif. Sebaliknya, pencatatan manual yang tidak terklasifikasi dengan baik menghasilkan informasi yang terbatas, memaksa pemilik usaha untuk lebih banyak mengandalkan intuisi daripada analisis data dalam menentukan strategi bisnis. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi sistem pencatatan yang lebih terstruktur, meskipun sederhana, merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas dan rasionalitas keputusan manajerial pada sektor UMKM.
Copyrights © 2026