Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk hegemoni tokoh dalam novel Kupu-Kupu Malam karya Achmad Munif serta menjelaskan relevansinya terhadap pembelajaran pendidikan karakter. Novel ini memuat berbagai narasi dominasi dan relasi kuasa yang terepresentasi melalui tindakan dan tuturan antartokoh, sehingga berpotensi menjadi sumber belajar yang kaya bagi pengembangan literasi kritis dan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana pragmatik. Data berupa dialog tokoh dikumpulkan melalui pembacaan mendalam dan penandaan tuturan yang mengandung tindak tutur direktif, kemudian dianalisis berdasarkan teori tindak tutur (Austin–Searle) dan hegemoni Gramsci. Validasi dilakukan melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk hegemoni utama, yakni hegemoni melalui tuturan memaksa, hegemoni sosial melalui tuturan menyuruh dan mendesak, hegemoni kekuasaan maskulin melalui ancaman dan tantangan, serta hegemoni psikologis melalui permohonan atau permintaan yang manipulatif. Keempat bentuk hegemoni tersebut memperlihatkan relasi kuasa yang bertumpu pada dominasi gender, kekuasaan ekonomi, status sosial, dan kontrol psikologis. Dari perspektif pendidikan karakter, temuan ini memberikan peluang pembelajaran yang luas, terutama dalam menanamkan nilai empati, keadilan, keberanian moral, kesadaran gender, serta kemampuan menolak dominasi dan kekerasan. Dengan demikian, novel ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk membangun peserta didik yang reflektif, kritis, dan berintegritas.
Copyrights © 2025