Indonesia menghadapi risiko bencana tertinggi kedua di dunia, sehingga diperlukan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, khususnya dalam pelaksanaan Rapid Health Assessment. Mahasiswa kesehatan sebagai calon tenaga kesehatan memerlukan pemahaman mendalam mengenai RHA, namun tingkat pengetahuan mereka masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan mahasiswa kesehatan tentang RHA di Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan desain quasi pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-test and post-test. Sebanyak 30 mahasiswa aktif angkatan 2022 dari program studi Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Farmasi dipilih melalui Proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tervalidasi berbasis Skala Guttman dengan 10 pertanyaan. Intervensi berupa edukasi RHA menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Analisis data dilapkukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil sebelum edukasi, tingkat pengetahuan mahasiswa menunjukkan kategori cukup sebesar 53,3%, baik 43,3%, dan kurang baik 3,3%. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dengan kategori baik mencapai 93,3% dan cukup 6,7%. Simpulan terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa kesehatan tentang Rapid Health Assessment di Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo.
Copyrights © 2026