Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan nilai cystatin C dengan gangguan fungsi ginjal berdasarkan bukti ilmiah terkini. Cystatin C merupakan biomarker filtrasi glomerulus yang dinilai lebih sensitif dan stabil dibandingkan kreatinin. Metode penelitian menggunakan literature review sistematis dengan kata kunci “cystatin C” dan “kidney function”, yang ditelusuri melalui Google Scholar dan Scopus. Dari hasil pencarian, diperoleh 119 artikel, kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi tahun publikasi ≥2020, artikel berbahasa Inggris, dan akses terbuka. Proses seleksi mengacu pada diagram PRISMA dan menghasilkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kadar cystatin C konsisten berkaitan dengan penurunan fungsi filtrasi ginjal dan mampu mendeteksi gangguan lebih dini dibandingkan kreatinin. Cystatin C juga memberikan estimasi eGFR yang lebih akurat, stabil, serta responsif terhadap perubahan klinis. Kajian ini menyimpulkan bahwa nilai cystatin C memiliki hubungan yang kuat dan bermakna dengan gangguan fungsi ginjal, sehingga layak dipertimbangkan sebagai biomarker utama dalam evaluasi fungsi ginjal.
Copyrights © 2026