Penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan remaja di Indonesia semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Remaja adalah kelompok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, media, dan tekanan dari teman-teman sebaya. Menurut Teori Kognitif Sosial, perilaku kesehatan seseorang terbentuk karena adanya interaksi antara faktor pribadi, lingkungan, dan tindakan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok elektrik pada remaja, berdasarkan Teori Kognitif Sosial, dengan cara meneliti artikel ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yaitu dengan mencari dan menganalisis artikel ilmiah nasional yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, dan situs jurnal kesehatan masyarakat Indonesia dengan kata kunci seperti "rokok elektrik", "vape", "remaja", dan "perilaku merokok". Dari hasil pencarian, terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria, kemudian dianalisis dan disajikan berdasarkan tiga aspek: faktor pribadi, faktor lingkungan, dan faktor perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang memengaruhi perilaku remaja dalam merokok elektrik adalah faktor pribadi seperti pengetahuan, sikap, dan keyakinan diri; faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, norma sosial, keluarga, dan pengaruh media sosial; serta faktor perilaku seperti pengalaman positif dan dukungan sosial. Faktor lingkungan, terutama pengaruh teman sebaya dan media sosial, merupakan faktor yang paling berpengaruh.
Copyrights © 2026