Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asi Ekslusif : Investasi Kesehatan Jangka Panjang  untuk Pertumbuhan Optimal Bayi Abul A’la Al-Maududi; Sanyatul Khasanah; Diandra Nova Alia; Ratna Vanessa; Nasywa Safitri; Syifa Aprilia Azzahra; Ikhsan Arif Adilla
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.146

Abstract

Kekurangan gizi merupakan penyebab utama kematian bayi, di mana pemberian ASI eksklusif menjadi solusi krusial untuk mencegah gizi buruk dan penyakit infeksi. Meskipun manfaatnya luas, praktik ASI eksklusif masih terhambat oleh rendahnya pengetahuan inu, persepsi ketidakcukupan ASI, dan pengaruh promosi susu formula. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai pentingnya ASI eksklusif sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi pertumbuhan optimal bayi. Metode intervensi dilakukan pada 21 Desember 2025 di posyandu Mawar 2, Cirendeu, Ciputat Timur dengan sasaran 17 ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan poster, dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan diukur mengunakan instrumen kuesioner melalui pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang dignifikan pada peserta. Rata-Rata skor meningkat sebesar 11%, dari 72% pada saat pre-test menjadi 83% pada saat post-test. Secara distribusi frekuensi, responden dengan kategori pengetahuan “Baik” melonjak dari 47,06% (8 orang) menjadi 70,59% (12 orang). Sebaliknya, kategori pengetahuan “Cukup” menurun drastis seiring meningkatnya pemahaman responden mengenai manfaat kolostrum, teknik menyusui, dan manajemen laktasi. Kesimpulan: penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu menyusui. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri (efikasi diri) ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka kematian bayi.
Determinan Perilaku Merokok Elektrik pada Remaja Menurut Teori Kognitif Sosial: Studi Literatur Tahun 2021-2025 Ikhsan Arif Adilla
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.159

Abstract

Penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan remaja di Indonesia semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Remaja adalah kelompok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, media, dan tekanan dari teman-teman sebaya. Menurut Teori Kognitif Sosial, perilaku kesehatan seseorang terbentuk karena adanya interaksi antara faktor pribadi, lingkungan, dan tindakan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok elektrik pada remaja, berdasarkan Teori Kognitif Sosial, dengan cara meneliti artikel ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yaitu dengan mencari dan menganalisis artikel ilmiah nasional yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, dan situs jurnal kesehatan masyarakat Indonesia dengan kata kunci seperti "rokok elektrik", "vape", "remaja", dan "perilaku merokok". Dari hasil pencarian, terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria, kemudian dianalisis dan disajikan berdasarkan tiga aspek: faktor pribadi, faktor lingkungan, dan faktor perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang memengaruhi perilaku remaja dalam merokok elektrik adalah faktor pribadi seperti pengetahuan, sikap, dan keyakinan diri; faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, norma sosial, keluarga, dan pengaruh media sosial; serta faktor perilaku seperti pengalaman positif dan dukungan sosial. Faktor lingkungan, terutama pengaruh teman sebaya dan media sosial, merupakan faktor yang paling berpengaruh.