Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER

IMPLEMENTATION OF MAQASID AL-SHARI’AH AS A PREVENTIVE MEASURE AGAINST CRIMINAL ABUSE IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS (CASE STUDY IN MALANG): Implementasi Maqasid al-Syari’ah sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di Pesantren (Studi Kasus di Malang)

Miftahudin Azmi (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2025

Abstract

Criminal acts of abuse are increasingly widespread and sadly this has occurred in educational institutions which are supposed to be places where ethics and science are taught. The Abuse even took place in Islamic boarding schools. This Phenomenon is not in line with the goals of Islamic boarding schools which prioritize morals, because Islamic boarding schools are one of the oldest educational institutions in Indonesia and are taught by Kyai who have noble knowledge and ethics. Persecution of students occurred in Islamic boarding scholls in Malang, at 2022 there were abuses in different Islamic boarding schools. This article provides alternatives for preventing and resolving abuse from a Maqasid al-Shari’ah perspective. This article includes empirical research using qualitative methods in the form of describing the data researched and analyzed and presented in the form of descrptive text. The research results show that abuse in Islamic boarding schools occurs due to intimidation and seniority, and the monitoring mechanism for students is not optimal. This practice of intimidation goes against the law and religious goals, while the perpetrators take advantage of power relations and distort religious narratives to carry out the persecution. Understanding the goals of religion (Maqasid al-Shari’ah) is an important instrument for minimizing violence in the form of persecution. A person may (even must) resist bullying and persecution in any form. Tindak pidana penganiayaan semakin marak dan mirisnya pernah terjadi di lembaga pendidikan yang semestinya merupakan tempat mengajarkan etika dan ilmu pengetahuan. Bahkan penganiayaan berlangsung di pesantren. Fenomena ini tidak sejalan dengan tujuan pesantren yang mengedepankan akhlak, sebab pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan diasuh oleh Kyai yang mempunyai ilmu dan etika yang luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penganiayaan terhadap santri yang tinggal di pesantren Kabupaten Malang. Sebab dalam rentang waktu 3 tahun, terdapat 5 kasus penganiayaan terhadap santri di pesantren Kabupaten Malang. Artikel ini memberi alternatif pencegahan dan penyelesaian penganiayaan dengan perspektif Maqasid al-Syariah. Artikel ini termasuk penelitian empiris dengan metode kualitatif berupa memaparkan data yang diteliti dan dianalisis, serta disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganiayaan di pesantren terjadi karena intimidasi dan senioritas, kemudian mekanisme pengawasan terhadap santri tidak optimal. Praktik intimidasi tersebut berlawanan Undang-Undang dan tujuan beragama, sementara pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan menyelewengkan narasi agama untuk penganiayaan yang dilakukan. Pemahaman terhadap tujuan beragama (Maqasid al-Syariah) adalah instrumen penting guna meminimalisasi kekerasan dalam wujud pdana penganiayaan. Seseorang boleh (bahkan wajib) melawan perundungan dan persekusi dalam wujud apapun. Keywords: Islamic Boarding School; Maqasid al-Shari’ah; Persecution.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

talimuna

Publisher

Subject

Education

Description

TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that ...