Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Desa Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, yang memiliki prevalensi cukup tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak serta terbatasnya akses layanan kesehatan, sehingga deteksi dini stunting belum berjalan optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan platform telediagnosis interaktif berbasis aplikasi Sipelita yang terintegrasi dengan sistem telemedicine sebagai solusi peningkatan akses layanan kesehatan dan deteksi dini stunting di tingkat posyandu. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan edukatif yang meliputi pengembangan aplikasi, sosialisasi, serta pelatihan kepada kader posyandu, bidan desa, dan ibu balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi Sipelita mampu memfasilitasi pencatatan data kesehatan balita, menganalisis status gizi menggunakan grafik z-score, serta memberikan kesimpulan otomatis. Workshop yang diikuti oleh 42 peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 32% dari rata-rata 58,3 menjadi 77,1, dengan 87% peserta menyatakan puas dan 92% siap mengimplementasikan aplikasi dalam kegiatan posyandu. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas kader kesehatan serta efektivitas deteksi dini stunting. Ke depan, aplikasi akan dikembangkan dengan memperluas cakupan pengguna, integrasi dengan sistem informasi kesehatan daerah, serta evaluasi jangka panjang terhadap penurunan angka stunting.
Copyrights © 2025